• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Daulah Islam Negera Yang Aneh ?

#1
Allah Ta’ala berfirman, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2 : 249)

Melihat sepak terjang Daulah Islam/Islamic State (IS) yang dideklarasikan pada tanggal 29 Juni 2014 atau 1 Ramadhan 1435 H lalu, kita akan mendapati berbagai hal yang janggal dan diluar nalar sehat manusia. Tentu ini menimbulkan pertanyaan besar, siapa mereka sesungguhnya?

Coba perhatikan secara jeli, umur dari Daulah Islam (IS) yang sebelumnya bernama Islamic State Iraq dan Syiria (ISIS) barulah menginjak usia sekitar dua tahun terhitung sejak dideklarasikan. Tetapi hanya dalam waktu yang singkat, Daulah Islam mendapat permusuhan dari hampir semua negara-negara di dunia.

Bahkan, Amerika Serikat (AS) sampai-sampai harus menggalang koalisi yang berjumlah sekitar 40 negara hanya untuk memberangus sebuah negara yang baru berumur 1 tahun. Siapa mereka sesungguhnya?

Mengapa sebuah negara super power sekaliber Amerika Serikat (AS) begitu ketakutan dengan kelompok baru dan kecil ini ?

Apa sebenarnya yang mereka punya ?

Apakah mereka punya angkatan udara?

Apakah mereka punya pabrik persenjataan canggih ?

Apakah mereka bisa membuat hulu ledak nuklir ?

Apakah mereka bisa membuat rudal-rudal yang canggih ?

Tidak ! sama sekali tidak ! bahkan hampir semua persenjataan yang dimiliki Daulah Islam adalah hasil rampasan. Bandingkan dengan persenjataan si penjahat kemanusiaan Israel yang begitu canggih dan mutakhir ditambah sokongan dana yang melimpah dari kekasih mereka Amerika Serikat.

Menariknya lagi, ditengah permusuhan hebat yang dikobarkan berbagai negara didunia terhadap kelompok ini. Mereka tetap dapat mengelola Negaranya seolah-olah tanpa gentar terhadap pemboikotan. Mereka tetap mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Entah darimana mereka mendapatkan rezeki ini. Allah-lah yang menjamin rezeki bagi hambaNya yang bertakwa. Bahkan eksistensinya semakin besar dan meluas dukungannya.

Padahal, kejamnya “mulut” media massa tak henti-hentinya berucap bahwa mereka adalah teroris, garis keras, khawarij, bughot, dan berbagai julukan buruk lainnya. Ditambah lagi tikaman dari internal umat Islam sendiri yaitu para pengkhianat yang menjual agamanya untuk dunia dan menjadi antek Amerika.

Semua ini merupakan hal yang aneh diluar nalar manusia. Bayangkan saja, ditengah gempuran pesawat-pesawat canggih pasukan koalisi salibis internasional yang berjumlah sekitar 40 Negara, ditambah pertempuran dahsyat didarat melawan rezim Syi’ah Rofidhoh Iraq, Suriah disokong oleh Negara Syi’ah Iran, Daulah Islam tak kunjung kalah. Justru pekan ini mereka dapat merebut kendali atas kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar Iraq dan berbagai kota di Suriah, memperluas wilayah kekuasaanya di dua Negara tersebut.

Pada 10 September lalu, Presiden Barack Obama — dalam pidato yang disiarkan televisi — berjanji negaranya akan memimpin sebuah koalisi besar untuk memukul balik ISIS. Koalisi ini, menurut keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dua hari sebelumnya, akan melibatkan lebih dari 40 negara — baik secara langsung maupun dalam bentuk lain.

Sejumlah negara Arab – Mesir, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Lebanon, Yordania, dan Iraq – sudah menyatakan ikut dalam koalisi. Juga negara-negara yang tergabung dalam  NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Sedangkan negara-negara lain diperkirakan akan ikut dalam koalisi dalam bentuk lain, misalnya sekadar memberikan pernyataan dukungan.

Gabungan kekuatan militer AS, NATO, dan negara-negara Arab tentu sangat dahsyat. Belum ada negara yang di invasi oleh koalisi yang dipimpin AS bisa bertahan. Kalau ada perlawanan itu hanya menunggu waktu untuk kemudian akan KO (knock out) alias fight ending atawa menyerah kalah. Lihatlah apa yang terjadi pada Afghanistan Taliban, Iraq Saddam Husein, dan Libya Muammar Qadafi.

Sementara itu, yang dihadapi koalisi besar itu adalah Islamic State of Iraq and Syria, yang baru dideklarasikan Juni 2014 lalu. Wilayah IS/ISIS hasil “mencaplok” daerah-daerah di dua negara, Iraq dan Suriah. Sebagai negara baru, kekuatan militer ISIS  tentu tak sebanding dengan koalisi Amerika. Bahkan bila dibandingkan dengan jumlah tentara satu negara saja, misalnya Mesir 468.500 personil atau Arab Saudi 233.500 personel.

Apalagi bila dibandingkan dengan kekuatan militer AS yang berjumlah 2.580.255 personel.  Jumlah ini adalah tentara aktif, belum termasuk tentara cadangan dan paramiliter.

Badan Inteligen AS, CIA memperkirakan ISIS hanya mempunyai kekuatan antara 20 ribu hingga 31.500 milisi. Menurut juru bicara CIA, Ryan Trapani, perkiraan mengenai jumlah kekuatan ISIS dihimpun dari data laporan inteligen dari Mei hingga Agustus 2014. Sebelumnya, kekuatan ISIS diperkirakan hanya 10 ribu hingga 15 ribu personel.

Peningkatan ini lantaran perekrutan besar-besaran sejak Juni lalu,  menyusul kesuksesan ISIS di medan pertempuran, deklarasi kekhalifahan, dan intelije
Reply

#2
Negara yang aneh? Tapi isi artikelnya membuat ana tersenyum
Reply

#3
Bagus banget artikelnya khi
Reply

#4
Opininya bagus banget! Tapi kenyataannya ya seperti itu.
Reply

#5
Semangat buat daulahku disana
Reply

#6
Untuk penulis artikel, abu.asma semoga ente sehat terus
Reply

#7
Negara yang aneh? Tapi isi artikelnya membuat ana tersenyum
Reply

#8
Bagus banget artikelnya khi
Reply

#9
Opininya bagus banget! Tapi kenyataannya ya seperti itu.
Reply

#10
Semangat buat daulahku disana
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015