• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI ASIA TIMUR

#1
Amir junud Khilafah di Asia Timur menampik berbagai klaim palsu pemerintah thaghut Filipina seputar kemampuan militernya untuk memberantas mujahidin. Dia menceritakan berbagai pertempuran yang di jalani junud Daulah Islam melawan pasukan Salibis Filipina. Sejumlah pertempuran yang menjadikan para pengusung tauhid mengungguli orang-orang musyrik, kendati jumlah dan persenjataan mereka lebih banyak.

 Dalam wawancaranya bersama majalah Rumiyah, Syaikh Abu Abdullah Al-Muhajir bercerita mulai dari perjalanan jihad di Asia Timur, sampai berbai’atnya para mujahidin kepada Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah, dan bergabung dengan Daulah Islam, serta penaklukan demi penaklukan yang mereka capai selepasnya.

Dia menjelaskan bahwa Front Islamis Pembebasan Moro (MILF), dengan berbagai alirannya, telah terjatuh ke dalam perangkap pemerintahan rezim Salibis Filipina yang tidak memberi mereka apa-apa kecuali janji-janji palsu, yang mana mereka meletakkan senjata mereka dalam rangka meraih itu semua. Dia juga menyingkap banyaknya pejuang yang meninggalkan gerakan tersebut, setelah mereka mengetahui kebobrokan manhaj dan kedustaan para komandannya. Kemudian sebagian besar dari mereka bergabung dengan Daulah Islam.

Melalui Rumiyah, ia menyeru kaum muslimin di seluruh dunia untuk berhijrah ke kawasan-kawasan junud Khilafah di Asia Timur, dalam rangka membela saudara-saudara mereka dan upaya menegakkan Daulah mereka. Sebagaimana dia juga menyampaikan kabar gembira tentang kedatangan muhajirin dari berbagai daerah, dan bergabungnya mereka ke dalam barisan mujahidin.

Majalah Rumiyah menyajikan untuk Anda wawancara bersama Amir Junud Khilafah Asia Timur, Syaikh Abu Abdullah Al-Muhajir hafizhahullah. 

Tanya : Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dapatkah Anda menjelaskan kondisi kaum muslimin di Asia Timur?

Jawab : Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam terlimpahkan kepada Rasulullah Sang Terpercaya, juga kepada segenap keluarga dan sahabat beliau seluruhnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Kiamat, amma ba’du:

Kondisi kaum muslimin di Asia Timur tidak berbeda dengan kondisi saudara-saudara mereka di seluruh penjuru bumi, hidup tanpa jama’ah (Khilafah) yang menyatukan mereka, tidak ada imam yang memimpin, mereka hidup dalam kelompok-kelompok, suku-suku, organisasi-organisasi, kabilah-kabilah, terpecah-belah, dan tercerai-berai. Kaum musyrikin sangat memanfaatkan kondisi ini.
 
Dengan banyaknya kaum Nasrani yang tersebar luas di daerah ini di bawah pedang imperialisme Salibis, dan sokongan dari mereka, serta terus berlanjut hingga hari ini, maka menghabisi Islam di daerah ini menjadi target terang-terangan terpenting bagi orang-orang musyrik. Mereka berusaha mengintimidasi kaum muslimin dengan berbagai cara untuk memurtadkan mereka, dan memusnahkannya dari muka bumi. Semua itu menimbulkan reaksi yang baik. Orang-orang pun terbangun dari tidur mereka, mendorong mereka menenteng senjata melawan pemerintahan dan pasukan kriminal Salibis.

Dan hal itu pula yang membuat kaum musyrikin tercengang, khususnya di tengah lemahnya kemampuan mereka untuk membuat jera orang-orang yang mengaku Islam, dan menaklukkan mereka lagi. Maka kaum musyrikin terpaksa berhenti menumpahkan darah kaum muslimin, dan menghentikan ekspansi ke daerah-daerah mereka. Kemudian ambisi terbesar mereka adalah menjadikan kaum muslimin enggan berjihad. Namun hal itu tidaklah mungkin, meski berlangsung kejahatan-kejahatan Salibis, kecurangan para penipu, dan pengkhianatan para pengkhianat, orang-orang masih menyimpan senjata, mereka siap untuk memerangi orang-orang Nasrani di setiap waktu.

Di tengah atmosfer perseteruan antara ahli tauhid dan ahli syirik ini, muncullah generasi baru dari kalangan pemuda yang mempelajari tauhid, mengenal al-walaa’ wal-baraa’ , dan bertekad menegakkan hukum Allah di muka bumi, di negeri yang akan menjadi penyumbat tenggorokan orang-orang Nasrani al-muharibin (yang wajib diperangi), kaum paganis Budha, dan golongan-golongan lain dari sekte-sekte syirik seluruhnya. Namun, banyaknya kelompok, berbilangnya panji, serta banyaknya amir (pemimpin) yang menggiring manusia dari kesesatan menuju kesesatan lainnya, justru malah menjauhkan manusia dari tujuan tertinggi mereka, bahkan menjerumuskan mereka ke dalam kesyirikan dan kemurtadan, dengan berjalannya mereka menapaki jalan Ikhwanul Murtadin, masuk ke dalam demokrasi, dan loyal kepada kaum musyrikin.

Meski demikian, tersisa segelintir muwahid yang menjaga agar tidak ada hukum yang tegak di bumi ini kecuali hukum Allah saja. Mereka adalah pelopor pasukan yang berbai’at kepada Amirul Mukminin hafizhahullah, dan bergabung dengan Daulah Islam, semoga Allah memberkahi kita di dalamnya.
 
Tanya : Bagaimana kondisi mujahidin di Asia Timur sebelum deklarasi Khilafah? Dan buah apa yang kalian peroleh setelah bergabung ke dalam barisan Daulah Islam?
 
Jawab : Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, meskipun ada dampak baik dalam menenteng senjata melawan para Salibis di wilayah kepulauan Nusantara, tetapi orang-orang di sini belum bisa melepaskan diri dari penyakit akibat faksi-faksi dan kelompok-kelompok, yang mendera setiap medan jihad, terutama sebelum kembalinya Khilafah, dan terbentuknya kembali jama’ah kaum muslimin di bawah satu komando pemimpin muslim (khalifah). Demikianlah, para pengusung kesesatan dengan segera mengeksploitasi berbagai peristiwa dan menyelewengkan manusia sehingga mau berdamai dengan para Salibis, dan bermesraan dengan mereka, demi mendapatkan sejumlah posisi di pemerintahan kafir.
 
Di sini, para ahli tauhid mengerahkan tenaga mereka untuk mengajarkan agama Islam kepada manusia, dan mengobarkan mereka untuk selalu berjihad sampai agama Allah tegak di bumi ini. Akan tetapi, manusia lebih cenderung kepada dunia, dan rela dengan sedikit kesenangan yang mereka dapatkan dari kaum musyrikin. Dengan jumlah pasukan dan persenjataan yang sedikit, serta minimnya manusia yang menolong, mulailah keputusasaan menyusup ke hati para pemuda. Dan sangat disayangkan, di antara mereka ada yang tidak mau berjihad, dan malah sibuk mengais rezeki dan mengurus anak-anak. Tapi di antara mereka ada juga yang berhijrah ke medan-medan jihad lain yang punya harapan besar dalam menegakkan agama Allah di muka bumi.
 
Di antara nikmat Allah kepada kita dan kaum muslimin di seluruh dunia adalah tatkala Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah mendeklarasikan kembali Khilafah. Maka kami pun segera berbai’at kepada Amirul Mukmin, beberapa hari setelah pendeklarasiannya, demi menaati perintah Allah dan menyatukan barisan mujahidin yang tercerai-berai di daerah ini, di bawah panji Daulah Islam. Hanya saja, pengumuman bai’at ini agak terlambat beberapa waktu, sampai Allah memudahkan pengumumannya. Namun dalam proses tersebut mendatangkan banyak kebaikan bagi jihad di seluruh kepulauan Nusantara.

Terlebih lagi, banyak katibah (batalion) dan sariyyah (satuan pasukan) yang bersatu di bawah panji Daulah Islam sebenarnya adalah jama’ah-jama’ah yang paling baik manhajnya, paling bersih aqidahnya, dan paling sengit memerangi orang-orang musyrik. Tidak ada bukti paling kuat selain pertempuran-pertempuran besar yang dilakoni junud Daulah Islam melawan pasukan Salibis Filipina dalam rentang dua tahun silam, meliputi di dalamnya upaya dalam menghadang kampanye militer besar, membunuh ratusan tentara Salibis, dan menyerbu banyak kota yang dikontrol para Salibis. Dengan izin Allah, kota Marawi tidak akan menjadi kota terakhir yang dikuasai oleh mujahidin.
 
Tanya : Bagaimana keadaan medan jihad di daerah kalian, dan mana saja daerah tempat keberadaan kalian di Asia Timur? Lalu pertempuran apa yang paling mengemuka yang dilakoni mujahidin dalam melawan pasukan pemerintahan Salibis pasca deklarasi Khilafah?
 
Jawab : Secara umum, kondisi mujahidin semakin lama semakin baik. Jumlah pasukan dan persenjataan semakin bertambah. Atas karunia Allah, jumlah mereka sangat besar di Pulau Mindanao, sebelah selatan Filipina, Asia Timur. Banyak muhajir yang mendatangi kami dari berbagai negara di kawasan Asia Timur, bahkan juga dari luar kawasan, segala puji bagi Allah semata.
 
Sejak deklarasi Khilafah, kami menjalani beberapa pertempuran di berbagai daerah di negeri ini. Di Basilan saja berlangsung lima pertempuran terpenting di antaranya adalah pertempuran yang berlangsung selama 46 hari, di mana di dalamnya disertakan helikopter, pesawat jet, dan senjata artileri yang membombardir muwahidin sepanjang siang-malam. Jumlah musuh yang tewas mencapai sekitar seratus, belum lagi yang luka-luka.

Begitu pula di kawasan strategis Ranau. Di Kota Ranau berlangsung lima pertempuran lainnya, sejak dideklarasikannya Khilafah. Salah satu pertempuran terpenting adalah pertempuran ketiga di Putij, tahun 1437 H. Pertempuran meletus setelah daerah-daerah mujahidin sepanjang siang dan malam dibombardir serangan udara oleh banyak helikopter, pesawat-pesawat jet tempur sepanjang siang, dan bombardir artileri siang-malam selama enam bulan berturut-turut. Musuh memiliki perlengkapan dan persenjataan semisal pesawat tempur, tank-tank, helikopter, dan artileri. Sedangkan mujahidin hanya memiliki semiang (sedikit) persenjataan dan jumlah pasukan, namun banyak bertawakal dan kembali kepada Allah. Meski demikian, Allah menganugerahkan mereka sehingga dapat membunuh ratusan musuh, dan menolong mereka atas musuh-musuhNya.

Sementara di Maguindanao, mujahidin berhasil memberi tekanan kepada para musuh dari kalangan Salibis congkak, atas karunia dan anugerah Allah. Secara umum, atas karunia Allah, para Salibis sungguh telah mencicipi banyak malapetaka dari kami. Kami telah berpengalaman menghadapi mereka, melalui banyak peperangan yang kami jalani melawan mereka. Kami mendapati mereka adalah para pengecut saat berlangsungnya pertempuran, meski jumlah mereka lebih banyak dan persenjataan mereka lebih hebat, tapi Allah memenangkan kami atas mereka dan kami timpakan kepedihan untuk mereka.
 
Tanya : Bisakah Anda bercerita tentang Front Islamis Pembebasan Moro (MILF), dan bagaimana bisa ia menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintahan Salibis?
 
Jawab : Pada dasarnya, MILF terdiri dari elemen yang heterogen, tidak memiliki pandangan dan aliran sejenis. Di dalamnya terdapat banyak pribadi yang saling berseberangan, memiliki banyak cita-cita yang bertentangan. Coraknya lebih condong mengikuti Ikhwanul Murtadin. Oleh karenanya, selama empat dekade terakhir, kelompok ini mengalami banyak perpecahan. Demikian pula, kelompok ini juga dihempas perselisihan tajam seputar bagaimana ‘berdialog’ dengan pemerintahan Salibis. Ada kelompok yang sejak lama menolak aksi bersenjata, bersikukuh untuk bernegosiasi dengan pemerintah Salibis, dan rela dengan apa pun yang ditawarkan pemerintah. Sedangkan kelompok lain hanya melihat senjata merupakan satu-satunya sarana untuk mengusir pasukan Salibis Filipina dari wilayah-wilayah kaum muslimin. Para Salibis sukses memanfaatkan perselisihan ini dengan sebaik-baiknya. Orang-orang Salibis memberikan secuil harapan kepada kelompok yang mau menyerah, kemudian mereka memaksa kelompok yang bersikukuh berperang agar mau menerima secuil harapan tersebut.

Kemudian, mulailah para Salibis melepaskan diri memberi secuil harapan yang mereka janjikan itu. Sehingga para pemimpin MILF di berbagai kelompok menyadari bahwa para Salibis mempermainkan mereka selama bertahun-tahun. Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak mengubah keadaan sedikit pun, karena mereka adalah orang-orang yang sudah keenakan duduk, dan rela dengan posisi semu yang mereka raih. Bahkan yang mengherankan lagi adalah mereka ikut masuk ke dalam permainan syirik demokrasi, dan ikut serta di dalamnya.
 
Persoalan itu, segala puji bagi Allah, membantu dalam membongkar hakikat orang-orang yang sesat lagi menyesatkan tersebut, menjauhkan para pemuda dari mereka, dan banyak di antara mereka mau bergabung kembali ke jama’ah-jama’ah jihad yang tegak di atas tauhid, dan tidak rela menggantungkan senjata selamanya. Tujuan terbuka mereka adalah penegakan hukum Allah di muka bumi. Yang terdepan dari mereka adalah jama’ah-jama’ah, katibah-katibah, dan sariyah-sariyah yang bergabung dengan Daulah Islam.
 
Sekarang, para komandan MILF dengan berbagai aliran dan panjinya, mereka tak berdaya di hadapan kekuasaan pemerintahan Salibis Filipina. Mereka hanya bisa mengeluhkan mengapa para Salibis melanggar janji mereka? Di saat yang sama, mereka mengklaim masih memiliki ribuan pejuang bersenjata, tetapi tidak mampu memobilisasi mereka untuk melawan para Salibis, karena takut dicap sebagai ‘teroris’.
 
Tanya : Media Salibis sering berbicara tentang ancaman Thaghut Filipina yang sebentar lagi akan menumpas mujahidin. Bagaimana fakta yang sebenarnya?
 
Jawab : Thaghut Filipina Rodrigo Duterte telah teperdaya oleh ambisinya. Dia mengira dapat memadamkan cahaya Allah dengan pernyataan-pernyataannya. Mahabenar Allah yang berfirman, “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (At-Taubah: 32)
 
Semenjak para penduduk negeri ini memeluk Islam, tidak pernah sehari pun orang-orang kafir berhenti merancang peperangan melawan mereka. Betapa tidak, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran, dan menang atas orang-orang yang melawan mereka hingga generasi terakhir mereka kelak memerangi Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
 
Lantas, apakah thaghut ini telah berhasil menumpas para mujahidin dan melenyapkan mereka dari peta? Ataukah justru para mujahidin semakin bertambah banyak dan semakin kuat dari waktu ke waktu dengan izin Rabb mereka? Jadi, demi Allah, mereka tidak akan mampu memadamkan cahaya Allah, karena Allah telah berjanji kepada kita bahwa Dia akan menyempurnakan cahaya Nya dan memenangkan agamaNya. Allah berfirman, “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya atas semua agama, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (At-Taubah: 33)
 
Tanya : Adakah pihak lain yang ikut terlibat bersama para thaghut memerangi balatentara Khilafah di Asia Timur? Apakah ada para thaghut di kawasan sekitar atau yang lainnya berpartisipasi dalam hal ini?
 
Jawab : Ya, ada pihak lain yang berpartisipasi dalam hal itu, bahkan mereka senantiasa menunggu dan memantau kabar tentang para mujahidin di sini. Di antara mereka adalah Rusia dan Amerika Serikat (AS), padahal keduanya sedang sibuk dengan penderitaan dan kekalahan mereka di Iraq dan Syam.
 
Tanya : Apakah sampai saat ini kalian masih menyambut muhajirin? Adakah jalan untuk bergabung dengan kalian?
 
Jawab : Ya, alhamdulillah. Kami masih menyambut muhajirin dan menerima mereka. Ada beberapa cara dan jalan yang relatif aman untuk berhijrah. Tetapi, setiap orang yang ingin berangkat harus mengupayakan berbagai faktor (sebab) untuk itu, disertai niat ikhlas dan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah agar memudahkan hijrahnya, dan mengantarkannya ke sejumlah medan ribath dan perang, demi menggapai Ridha Rabb Yang Mahapengasih.
 
Tanya : Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada para Salibis secara umum, dan mereka yang berada di Asia Timur secara khusus?
 
Jawab : Pesan saya untuk para Salibis, saya katakan, “Wahai para Salibis, bergembiralah dengan apa yang membuat kalian sengsara, karena sesungguhnya balatentara Daulah Islam di Timur Asia akan terus menapaki jalan mereka, sampai Allah menggoncang singgasana kalian di Washington dan Moskow, dengan kemuliaan orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang mana Allah memuliakan Islam dengannya, dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran, baik kalian suka maupun tidak. Kekuasaan umat kami akan membentang sejauh yang bisa dijangkau oleh waktu siang dan malam, dengan izin Rabb kami yang Mahapengasih. Masuk Islamlah kalian, atau kalian membayar jizyah dengan patuh sedang kalian dalam keadaan tunduk, atau bersiaplah kalian, karena sesungguhnya kami akan memerangi kalian setelah agresi kalian ini, insya Allah, dan kalian akan mendapati kami sebagai orang yang sabar, menang, dan menguasai dengan izin Allah.
 
Tanya : Apa pesan Anda untuk para muwahid di seluruh dunia secara umum, dan di Asia Timur secara khusus?
 
Jawab : Wahai para muwahid di seluruh penjuru dunia, negara kalian telah tegak sebagaimana telah disebutkan Nabi kalian, dan negara kalian telah datang sebagaimana yang beliau terangkan kepada kalian. Dan sungguh tanpa ragu, ini adalah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah (Khilafah Di Atas Manhaj Kenabian).
 
Waspadalah, jangan sampai khilafah ini diserang karena kelalaian kalian selama mata kalian masih bisa berkedip dan urat nadi kalian masih bisa berdenyut. Juallah ‘barang dagangan’ kalian kepada Allah dengan harga murah, dan niatkan amal kalian dengan ikhlas karena Allah, sehingga membuat malaikat bangga dan membuat geram para setan dari kalangan manusia maupun jin.
 
Beritahukan kepada para Salibis, bahwa telah dekat waktu kematian mereka dan telah tiba waktu peradilan mereka disebabkan mereka menyekutukan Allah, membantai dan mengusir kaum muslimin yang lemah di seluruh penjuru dunia, serta merampas kehormatan dan harta-benda umat Islam.
 
Dan kabarkan kepada mereka bahwa tempat ditunaikannya janji kita adalah di Washington dan Moskow. Kabar sebenarnya adalah yang akan mereka lihat, bukan yang akan mereka dengar, dengan izin Allah Ta’ala.
 
Sumber : Majalah Rumiyah Edisi 10
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015