Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 336
» Latest member: ekabrotherhood
» Forum threads: 2,618
» Forum posts: 9,483

Full Statistics

Latest Threads
INILAH AKIBAT ULAMA DAN U...
Forum: Dari Hati Untuk Indonesia
1 hour ago
» Replies: 0   » Views: 33
AL FITAN WAL MALAHIM, (Se...
Forum: Dokumen
2 hours ago
» Replies: 0   » Views: 9
AL FITAN WAL MALAHIM, (Se...
Forum: Dokumen
2 hours ago
» Replies: 0   » Views: 7
AL FITAN WAL MALAHIM (Ser...
Forum: Dokumen
5 hours ago
» Replies: 0   » Views: 9
Video Cara Pembuatan IED ...
Forum: Weapon
10 hours ago
» Replies: 1   » Views: 106
Kutukan Penista Agama dan...
Forum: Isi Kepala
Yesterday, 01:48 PM
» Replies: 0   » Views: 35
Ahok Segera Dieksekusi
Forum: Situasi Nasional
Yesterday, 01:30 PM
» Replies: 0   » Views: 19
SURAT TERBUKA UNTUK ABU F...
Forum: Dari Hati Untuk Indonesia
Yesterday, 07:34 AM
» Replies: 0   » Views: 31
KHILAFAH FOSIL MASA LALU ...
Forum: Amaliyah
Yesterday, 06:36 AM
» Replies: 0   » Views: 46
Saya Ingin Membunuh Semua...
Forum: Baca Koran Pake Perasaan
06-20-2017, 02:06 PM
» Replies: 0   » Views: 327

 
  INILAH AKIBAT ULAMA DAN USTAD JIHAD DI PENJARA DAN DI BUNUH OLEH THAGHUT
Posted by: raisa - 1 hour ago - Forum: Dari Hati Untuk Indonesia - No Replies

[Image: IMG_20170621_145537.jpg]


Disuatu malam dimasjid istiqlal yg megah selepas sholat taraweh berjamaah,berkumpullah para ustadz/kyai/ulama untuk membicarakan kondisi umat islam di timur tengah saat ini, diantaranya gus ARIFIN ILHAM, gus YUSUF MANSUR, kyai aqil siraj, ustdz hidayat nur wahid, Gus Nusron Wahid, syeikh habib riejik shihab, H.Rhoma irama, kyai AA GYM dan para pengurus masjid.

Pengurus : ”dgn segala hormat kpd para kyai, ustadz, yg hadir sudilah kiranya berbagi pendapat menyikapi kondisi umat islam yg ditindas dimana mana terutama di IRAQ dan di SYAM, apakah sudah saatnya kita ikut membela saudara2 kita di irak dan di sham dgn hijrah dan berjihad kesana?

  • Ustadz ARIFIN ILHAM : abang juga turut prihatin dgn saudara2 kita di syam dan irak yg dibantai oleh rejim assad, abang bukannya tidak mau kesana tapi abang punya tanggung jawab disini,bapak2 tau sndri kan istri abang ada dua,anak abang msh kecil2 perlu biaya,abang juga punya jamaah dzikir,klw abang pergi jihad ke syam bgaimana dgn jamaah abang,anak dan istri abang,menurut abang kita doakan saja saudara2 kita di syam dan irak dgn cara dzikir akbar tiap shubuh, insya ALLAH akan menggetarkan musuh2 islam.ALLAHU AKBAR !!
  • Ustdz YUSUF MANSYUR : Ana sepakat dgn ustd arifin,kita gak perlu jauh2 pergi kesana buang2 biaya dan tenaga,kita cukup mendoakan saudara2 kita,bukan ana gak minat kesana tapi bisnis paytren ana lg naik2nya, kan menafkahi keluarga juga termasuk jihad..
  • Syeikh HIDAYAT : Menurut ane ISIS itu khawarij, jadi apa perlunya kita berjihad kesana?yg membunuh saudara2 kita di syam itu kan ISIS, maka wajib kita memerangi khawarij ISIS,tapi jngn kita yg berangkat kesana,biarkan negara2 arab dan amerika serta rusia yg memberantas ISIS,bagi DPR dan MPR NKRI harga mati, TITIK...
  • Kyai said aqil siraj : ana sependapat dgn pak hidayat, pokoknya NKRI harga mati,untuk saudara2 kita yg mati di syam dan irak kita kirim pahala alfatehah saja,kita banyakin tahlilan, yasinan dan banyakkan ibadah dikuburan,insya ALLAH pahalanya sampai..
  • Gus NUSRON WAHID : Wah..!! Ana dari dulu emank sependapat sama pak kyai aqil, udahlah !! Jgn sibuk2 mikirin suriah & iraq, di sana itu sedang terjadi permainan intelijen internasional, dan ISIS itu antek2 mreka, kalau tak ada ISIS maka iraq dan suriah akan damai saja di bwah pemerintahan saudara beda mazhab kita "Syiah", cukup kita sbgai ustad besar di sini tingkatkan kpd umat ttg toleransi antar umat beragama terkhusus di bulan romadhon ini kita eratkan ukhuwah dgn saudara kita kristiani seperti berbuka bersama di gereja dan sholat jama'ah di aula gereja, itu semua baqiyatus solehah..islam itu rahmatan lil alamin...
  • Kyai AA GYM : Menurut ane kita harus banyak menjaga hati aja, krn semua amalan bersumber dari hati, kan jihad akbar itu yg mampu melawan hawa nafsu toh..
  • Habib riezik syihab : Benar saudara2 ! untuk membela saudara2 kita di syam dan di irak marilah kita galakkan demo dan pawai akbar, insya ALLAH akan menakutkan musuh2 islam diseluruh dunia ! Takbiirr!
  • H. rhoma irama : mmhh...saya pribadi bukan tidak mau berjihad, saya ini sudah tua dan saya punya banyak tanggungan...apalagi saya baru bikin partai (idaman),tapi insya ALLAH buat membela saudara2 kita yg dianiaya saya akan menggelar konser dangdut akbar di senayan, semoga dgn senar gitar & konser saya nanti mampu menggetarkan musuh2 islam..

Pesan saya H. Rhoma buat orang2 kafir..”KALIAN SUNGGUH TERLALUUU...!!!”


PENGURUS MASJID : ” Terima kasih bapak2 para kyai, para ustadz atas tausiahnya...silahkan diminum kopinya dan makanan ala kadarnya, sambil menikmati hidangan...

Semoga alasan pak ustad smua yg menjadikan dirinya terhalang berhijrah dan berjihad menolong saudara di syam & iraq dapat di terima hujjahnya oleh Allah SWT..


  AL FITAN WAL MALAHIM, (Seri 03, Wafatnya Sang Khalifah hingga Furuhat Roma)
Posted by: al.fakhir - 2 hours ago - Forum: Dokumen - No Replies

[Image: Furat03.jpg]


Bismillahi wal-hamdu lillahi wash-shalatu wa-salamu ala Rosulullah ﷺ,,
Muqaddimah,,

Kemenangan Muslimin dan Kematian Sang Khalifah :

Pada sesi terakhir peperangan (malam ketiga), dimana 1/3 Mujahidin terakhir bersama Khalifah pada akhirnya diberikan Allah kemenangan, “فيجعل الله الدبرة عليهم”, “fayaj’alu allahu adabrotu alaihim”, ketika Allah menimpakan kekalahan kepada ar-Ruum”. (HR.Muslim dalam Kitab al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no 2899)

Di sesi pertempuran terakhir inilah “Sang Khalifah Wafat”. Dari Ummu Salamah, Rosullulah ﷺ bersabda: يكون ا ختلاف عند موت خليفة ..."”, “yakuwnu aktilafun inda mauti kholifa”…
Artinya: Akan terjadi perselisihan saat khalifah wafat, ,,,(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud)

Dalam riwayat muslim kematian Khalifah beserta pasukan disebutkan “Maka kaum muslimin mengambil senjata mereka dengan segera, kemudian mandi. Dan Allah memuliakan pasukan tersebut dengan mati sebagai Syahid (HR. Muslim)

Dengan wafatnya “sang Khalifah” dan kemenangan al Malhamah al Kubro di fihak muslim, maka peristiwa besar yang hanya berlaku 7 bulan adalah: penyerangan “as-Sufyani” ke Hijaz, pembaiatan al-Mahdi, penaklukan Konstatinopel oleh Bani Ishaq (ahlu Hijaz), dan keluarnya Dajjal. (Musnad Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al Hakim).

Syaroh:

Jika dihitung sejak awal “al Malhamah al Kubro, maka rangkaian peristiwa itu adalah: Turunnya ar-Ruum di Amaq, keluarnya bala tentara as-Sufyani memerangi Raja dari Timur di Iraq, penghianatan perjanjian damai oleh ar-Ruum, mobilisasi tentara ar-Ruum di Dabiq, al Malhamatul Kubro, kematian sang Khalifah dan kemenangan al Malhamah al Kubro, pembaiatan al Mahdi, 2 kali penyerangan “as-Sufyani” ke Hijaz, penaklukan Konstatinopel oleh al-Mahdi” dan keluarnya Dajjal. Semuanya terjadi hanya dalam tempo tujuh bulan!,,

“sang Khalifah” yang wafat disini adalah dia yang melakoni semua episode pertempuran melawan ar-Ruum, Yahudi Zionis, penaklukan Baitul Maqdis dan al Malhamatul al Kubro dan dia yang menyiapkan segala sesuatu bagi pemerintahan “al Mahdi”, sebagaimana peran sentral Abul Abbas al Saffah dan Abu Ja’far al Mashur dalam menyiapkan pemerintahan bagi Khalifah Muhammad bin Abdullah al Mahdi al Hashimi Abbasi, diera kejayaan Daulah Abbasiyyah, walauallam!,,

Diantara indikasi bahwa “sang Khalifah”, sebelum wafatnya dia adalah “al Manshur” yang merintis kekuasan bagi “al-Mahdi”, sebagaimana dulu Suku Quraisy mengokohkan kekuasaan bagi Muhammad bin Abdullah al Quraisy, Atsar dari Ali bin Abi Thalib mendukung kearah itu, Rosulullah ﷺ bersabda: “…على مقدمته رجل يقال له منصوريو طىء او يمكن لال محمد…”, “…ala muqoddimatihi rojuluun yaqolu lahu Mansuruun yuwatti’u auw yumakkinu ahlihi Muhammad…” (HR Abu Daud no 3740, dhoif dan sanadnya terputus dan seorang lagi majhul. Dhaif Jami Shaghir no 6418)

Kemudian…

Putra-putra “Khalifah” (dzohirnya bukan putra kandung sang Khalifah) mereka saling berperang untuk memperebutkan posisinya. Rosulullah ﷺ bersabda:

"يقتتل عند كنز كم ثلاثة كهم ابن خليفة ثم لا يصير اءلى و ا حد منهم"
“yaqtatilu inda kanzikum salasatun kuluhum ibnu kholifatun tsumaa la yansiru ilaa wahidan minhum ”

Artinya: “kelak tiga orang anak khalifah akan berperang didekat perbendaraan kaum muslimin (كنز كم), tidak ada yang menang, melainkan satu orang…” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al Hakim dalam al Mustadrok 4/463/4880, al Bushiri dalam az-Dzawa’id no 1442, dengan sanad yang sahih. Komentar Ibnu Katsir dalam an-Nihayah hlm. 26, Ibnu Majah meriwayatkannya sendirian, namun isnadnya kuat lagi shahih. Al-Hakim menshahihkannya sesuai syarat asy-syaikhaini)

Syaroh:

Kata-kata “kanzi”/ “كنز” dari hadits diatas merunjuk kepada makna zhohir yang berarti “simpan”, atau penyimpanan/perbendaharaan, al kanzu “الكنز” jamaknya kunudzu “كنوز”. Sebagian pemerhati hadits akhir jaman memaknainya sebagai “Ka’bah”.

Akan tetapi, simpanan dan perbendaharaan Qaum Muslimin maknanya mungkin saja “al Hijaz” atau “as-Syams”, karena kedua-duanya negeri akhir jaman, tempat berkumpulnya/bendaharanya qaum muslimin akhir jaman. Namun, jika “kanzi” itu ditafsirkan sebagai “Ka’bah” maka ini juga tidak salah, karena putra-putra khalifah menginginkan penguasaan “Mekkah” sebagai bentuk legitimasi yang sah selaku “Khalifah Qaum Muslimin”!,,

Dengan kata lain, siapa saja yang berhasil menguasai “Ka’bah” dan dibai’at disana, maka dialah yang sah sebagai “Khalifah Qaum Muslimin”. Walauallam!,,

Syaroh:

Putra-putra khalifah disitu “dzohirnya” bukan anak kandung sang Khalifah yang wafat dalam peperangan dengan “Qaum ar-Ruum”,,

Atau,,

Bukan juga putra-putra anak Raja Saudi di Hijaz, yang diramalkan dan diyakini orang-orang dengan asumsi bahwa pasca kematian Raja Salman, maka tiga orang Pangeran Saudi akan saling berperang di sisi Ka’bah demi memperebutkan kekuasaan di Saudi Arabia. Ini sungguh ngawur!,, Rejim Saudi yang Thoghut itu, disejajarkan dengan Kekhalifahan!?,,

Namun,,

Makna putra-putra Khalifah yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah “orang-orang yang memiliki darah Quraisy, dan merekalah yang berhak atas “al-Uzma” Qaum Muslimin. Mereka adalah anak cucu Bani Umayyah dan anak cucu Bani Hasyim al Alawiyyin!,, ini kemungkinan yang benar!,, karena…

Klan Bani Umayyah al Quraisy mewakili masyarakat Bani Kalb as-Syams,,

Sedangkan,,

Klan Bani Hashimi al Alawiyyin al Quraisy mewakili masyarakat Rafidhah Syiah di Iraq!,,

Adapun “al-Mahdi al Hashimi al Alawiyyin al Quraisy mewakili masyarakat Sunni as-Syams dan Sunni Iraq yang sudah berjuang dengan Khalifah sebelumnya”,,

Hujjah-nya!,, sudah menjadi kebiasaan orang Arab menyebut nenek moyang itu sebagai “Bapak atau Ayah”, sebagaimana Rosulullah ﷺ menyebut Ibrahim Alaihisallam itu sebagai Bapakku!,,

ولد لي الليلة غلام فسميته باء سم اءبى: اءبراهيم...”
“…wulida liyaa alaaylatu qulamun fasamaaytuhu biismi Abi: Ibrohim”

Artinya: …telah dilahirkan untuk ku semalam, seorang anak laki-laki, maka aku namakan dia dengan nama Bapak ku, yaitu: Ibrahim!,, (HR. Muslim 7/76)

Dan banyak lagi hadits dan astsar shahih yang diucapkan oleh Rosulullah ketika dia memuji para Nabi Ibrahim, Nabi Adam sebagai “Bapak ku”!,,

Dan terkadang orang-orang Arab menyebut Paman sebagai Ayah, sebagaimana para Sahabat rodhiallahuanhum aj’main menyebut al Abbas bin Abdulmutallib sebagai ayah bagi Rosulullah ﷺ, sebagaimana firman Allah dalam Surah Yusuf 38 “dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub”.

Berkata Abu Ja’far al Manshur ketika dia men-“hujjah” Muhammad bin Abdullah al Hasani al Mahdi “bahwa Allah sering menjadikan paman sebagai ayah dan memulainya dengan menyebut anak tertua”. Kemudian beliau (Abu Jafar al Mansur) membacakan ayat dari surah Yusuf tersebut (Tarikh Banu Abbasiyyah, karya al Khudari).

Dan juga perkataaan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah ketika setiap kali istrinya melahirkan anak perempuan, maka beliau rahimahullah berkata:

الا بيا ء كا نو ا ابا ء بنا ت
“al ambiyaa’u, kaanuw abaa’u banaatiin”

artinya: Para nabi itu mereka adalah para bapak bagi anak-anak perempuan (Tuhfatul Maulud fil Ahkamil Maulud/Bab II)

Ini menunjukan “keumuman lafadz”, yakni qias bahwa para nabi itu “Bapak” bagi setiap anak-anak perempuan yang dilahirkan!,,

Dari wazan diatas, dengan demikian, wajar kiranya orang-orang Quraisy di Syams dari keturunan Umayyah, mengatakan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan rodhiallahuanhu dan anak turunannya sebagai BAPAK KU!,,
Dan juga orang-orang Quraisy di Iraq, dari keturunan Husein Ibn Ali rodhiallahuanhu mengatakan Khalifah Ali atau Husein adalah BAPAK KU!,,

Hal tersebut merupakan kebiasaan lisan dan kejernihan nasab orang-orang Arab!,,

Tiga orang “Putra Khalifah” yang muncul semuanya dari Quraisy, yakni:

Seorang Raja dari Barat (berjuluk “as-Sufyani”) dari “Kabilah Bani Umayyah yang didukung penduduk “al-Kalb-as Syams dan Qaum ar-Ruum”,,

Seorang Raja dari Timur (al Khurasani ar Rafidhah Syiah), dari Kabilah Alawiyyin dari Husein Ibn Ali, dan dia didukung oleh Qaum Rafidhah Majusi Persia-Iran.

Yang ketiga adalah seorang pemimpin yang dikehendaki dari Kabilah Alawiyyin yakni “al Mahdi”, namun belum ada tanda-tanda. Itu sebabnya, para pendukung sang Khalifah yang wafat mencari-cari dirinya”.

Awalnya antara “as-Sufyani dan al-Khurasani”, berselisih atau “اختلاف”/ikhtilaf, siapa yang paling berhak atas “al-Uzma” bagi Umat Islam, sebagaimana “dzhohir dari hadits Imam Abu Dawud no 3737 dalam Kitabul al Mahdi.

Namun, ketiganya yakni “asu-Sufyani, al Khurasani terlibat peperangan sengit dengan silah, atau “يقتتل ” , /yukhotilu, atau berperang. (HR. Ibnu Majah no 4074)



Episode 1 : Quraisy Umayyah versus Quraisy Alawiyyin al Huseini Rafidhah :

Raja dari Barat (Syiria dari Quraisy yang didukung oleh penduduk asli Syiria bagian selatan, yakni “Bani Kalb”) dan juga didukung oleh “ar-Ruum”!,,

Nama Raja dari Syams (wilayah Bani Kalb) adalah “يخرج رجل يقا ل له السفيا ني في عمق دمشق” “ yakruju rojuluun yaqoolu lahu as-Sufyaniy fiy Dimasqi”, yakni Sufyani dari Damaskus!,,

(HR. Al Hakim dalam al Mustadrok, shahih menurut syarat Syaikhani dan juga disepakati oleh Adz Dzahabi)

Kemudian “as-Sufyani” sang Raja dari Barat dengan dukungan Bani Kalb dan “ar-Ruum”, bergerak menyerang Raja dari Timur (al Khurasani ar Rafidhah Iraq yang didukung oleh Rafidhah Majusi Iran) dan berhasil membunuhnya. Ia (as-Sufyani) kemudian mengutus pasukan ke Madinah di Hijaz untuk membunuh putra Khalifah ketiga (al-Mahdi), namun ditengelamkan. Ia kemudian mengutus pasukan lagi….

يسير مللك المغر اءلى مللك المشرق فيقتله فيبعث جيث اءلى المدينة فيخسف بهم ثم يبعث جيثا
“yasiyru mulku al magribi ila mulku al masyriq fayaqtuluhu fayabasyu jaisysan ila al Madina (tu) fayukhsafu bihim tsuma yabasu jaisysan”

(HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath. Al-Haitsami mengatakan rowi Laits bin Abu Sulaim seorang Mudallis, sedang yang lain “tsiqah”)

Syaroh:

Munculnya sosok “as-Sufyani” dan terjadinya peperangan di Iraq!,, akibat invasi “as-Sufyani” merupakan hikmah dari Allah agar muslimin tidak lagi menghadapi dua pedang sekaligus, yakni Pedang “Qaum ar-Ruum” dari “Bani Asfar” di Amaq dan Dabiq!,, dan Pedang sesama muslimin!,, Rosulullah ﷺ bersabda: “لن يجمع الله على هذه الاءمة سيفين سيفا منها و سيفا من عدو ها

“lan yajma’allahu aka hazihi al umaati sayfuyni sayfaan minhaa wa sayfaan min aduwaahaa”

Artinya: “sekali-kali Allah tidak akan mengumpulkan dua pedang pada umat ini; satu pedang dari kalangan mereka (muslimin) dan satu pedang dari musuh dibelakang mereka!,,” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya dan juga Abu Daud dengan sanad yang baik)

Pasca suksesnya invasi “as-sufyani” ke Iraq, dan dia berhasil membunuh Raja dari Timur!,, sesuai dengan nubuwah, maka giliran “as-Sufyani” yang akan Allah binasakan di Padang Pasir “al Baida” dekat Madinah, pasca ia hendak menyerang “al-Mahdi”.


Episode 2: Sufyani al Umawi al Quraisy versus al Mahdi Quraisy :

ketika para pendukung sang “kholifah” yang telah wafat, mencari penganti sang “kholifah”, yang mana sesuai nubuwwah, “sang suksesor” itu tidak lain adalah “al-Mahdi al Quraisy”, dan dia bermukim di Hijaz (Mekkah dan Madinah). Dari Ummu Salamah, Rosulullah ﷺ bersabda:

يبا يع لر جل من اءمتي بين الر كن و المقا م, كعدة اءهل بدر, فياء تيه ءصب العر اق, و اءبدال الشام, ...."

“seseorang dari umatku akan dibai’at diantara rukun dan maqom oleh orang-orng sejumlah sahabat yang ikut dalam Perang Badar. Para tokoh masyarakat Syams dan orang-orang mulia dari Iraq berdatangan untuk membaiatnya…” (HR Abu Dawud no.3737, al Hakim dalam al-Mustadrak no. 8446 dan lainnya).

Maka, pasca mengalahkan Raja Timur di Iraq, “as-Sufyani-al Quraisy al Umawi” mengutus pasukannya, yakni bala tentara “Bani Kalb dari kalangan warga Syiria bagian Selatan” untuk menghentikan “suksesi” bagi al-Mahdi al Quraisy al Hashimi. Dari Ummu Salamah, Rosulullah ﷺ bersabda:
فياء تيهم جيش من الشام حتى اءذا كانوا باابيداء خسف بهم, شم يسير اءليه ر جل من قريش اءخو اله كلب فيهز مهم الله...

“faya’atihim jaiysuun minal as Syami hataa iza kaanu al baidha’i khusifan bihim, tsumma yasiyru ilayhi rojuuun min Qoroisyiin akhwalahu kalbuun fayahzimuhumullahu…”

Artinya: “maka pasukan dari as-Syams dikirim untuk memeranginya, namun tatkala sampai di al Baidha tiba-tiba seluruh pasukan tersebut ditengelamkan dalam perut bumi. Setelah itu, seorang laki-laki dari Quraisy (as-Sufyani) yang mempunyai paman dari pihak ibunya dari Kabilah Kalb datang memeranginya (al-Mahdi), namun Allah mengalahkan mereka…(HR Abu Dawud no.3737, al Hakim dalam al-Mustadrak no. 8446 dan lainnya).

Demikianlah nasib akhir “as-Sufyani” bersama para pendukung setianya. Dengan demikian, Allah telah menghindarkan Qaum Muslimin untuk menghadapi dua pendang secara bersamaan dengan membinasakan “as-Sufyani” dan “Raja Iraq” sebelum “al-Mahdi” memerangi “ar-Ruum dari Bani Asfar” di Amaq dan Dabiq!,,

Siapa 313 atau 314 orang Pembaiat al-Mahdi?

Berdasarkan hadits diatas, timbul pertanyaan, siapakah kelak yang akan membaiat “al-Mahdi”?

apakah para ulama dari seluruh dunia?,,

atau dari kelompok atau selain mereka (ulama)?. Tidak!,, mereka bukan ulama kibar dari seluruh dunia dan tidak pula ulama haramain maupun ulama jazirah Arab!,,

Syaroh:
----------

Sekedar mengingat: bahwa “ulama” dalam al Quran memiliki beberapa makna diantaranya: “al-amanu wa ilma” ءامنوا و العلم (QS. Al-Mujadalah:11), “al-aql” , “al fikr”, “al-Nazhr”, “al-Basyar”, “al-Radabbur”, “al-Ittibar” dan “al-Dzikr”الذكر (QS. an Nahl:43). Semua kalimat ini maknanya adalah “ulama”. Semakna dengan kata-kata “alimu” ( علم), “yaklamu” (يعلم), dengan isim fail (pelaku) disebut “aalimun” (عا لم). Jamaknya “ulamaa’u”.

Sedangkan dalam hadits riwayat diatas, jika “di scanning”, maka didapati petunjuk untuk mengetahui siapa yang akan membaiat “al-Mahdi” ada pada tiga “clue”, yakni: “al-asabu al Iraq” (العصب العراق) wa/ و , “abdalu as-Syams” ( اءبدال الشم ), dan kata-kata “kaidah ahlu Badr” (كعدة اءهل بدر ).

Adapun pembaiat al-Mahdi, tidak lain adalah “asabu Iraq dan abdalu as-Syams”, dan metode baiatnya mengikuti kaidah ahli Badar. Yakni apa yang telah dilakukan oleh para sahabat yang ikut serta mendampingi Rosulullah ﷺ dalam Perang Badar.

Analisis


“al-Mahdi”, tidaklah dibaiat oleh jumhur para ulama haramain atau ulama dunia, sebagaimana yang diyakini oleh banyak orang. Kondisi ini memiliki dua pengertian:

Pertama.

Dari hadits yang mengisahkan proses baiat bagi “al-Mahdi”, Ulama Haramain dan Jazirah Arab tidak disebutkan secara eksplisit. Justru yang jelas disebutkan yakni “Abdalu as Syams dan al-asabu Iraq”!,,

Kalimat “Abdalu as Syams”, itu berarti orang-orang yang peduli dengan kondisi as-Syams. Yakni masyarakat Syams atau (العبد) yang ini merupakan “tasghir” dari kalimat (اءبدال) yang berarti “masyarakat umum”, atau masyarakat kecil yang mengirim perwakilan atau tokoh-tokohnya sebagai utusan untuk memberikan baiat kepada “al Mahdi”.

Adapun kalimat “al-asobu atau asooibu Iraq” (عصاءب,عصب) merupakan tasghir dari kalimat ashobiyyun (الصبي), ashobiyyatun (العصية), yakni “kelompok atau golongan” yang juga semakna dengan “al-Jamaah” (الجما عة) .

Kedua.

Hal tersebut dikarenakan sistem “Kekhalifahan” sudah dibangun terlebih dahulu oleh “Hilful Muthayyabin” (جلف المطيبين) yang didalamnya tergabung “ahlu Halli wa Aqdi” yakni para Ulama dan Syura Mujahidin Iraq wa Syams. Disinilah peran para “Ulama ahlu Tshuqhur”, “mujahid ahlu Tshughur” dan khalifah pertama sebelum “al Mahdi” itu dibai’at.

Adalah “Sang Khalifah” sebelum al-Mahdi, dialah yang menyiapkan segala sesuatu bagi kekhalifahan “al-Mahdi” bersama para ulama dan pemimpin mujahidin terdahulu dalam Syura “Ahlu Halli wa Aqdi”.

Dengan demikian, maka jangan heran, “al Mahdi” itu menjalankan sesuatu yang sudah disiapkan kelembagaannya, “sementara al-asabu al Iraq dan abdalu as-Syams”, hanya berperan meneguhkan dan menolong “al-Mahdi”, dan bukan membangun sesuatu yang baru. Walahuallam!,,

Ketiga.

Tempat pembaiatan sangat jelas disebutkan, yakni di Hijaz yakni Kota Mekkah tepatnya di antara “rukun dan maqom Ibrahim!,, namun lagi-lagi tidak disebutkan peran “Ulama Haramain” disana,,


Siapakah “al-asabu al Iraq dan abdalu as-Syams!”,,

Merekalah yang mencocoki perkataan Sufyan Ibnu Uyainah rahimahullah, ketika menafsirkan QS. al Ankabut:69: “ والذ ين جهدو ا فينا لنهدينهم سبلنا “, “walazi na jahadu fiynaa lanahdi yanaahum subulanaa”

Artinya:
“dan orang-orang yang berjihad dijalan kami niscaya kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami”

Kata Sufyan Ibnu Uyainah “jika kalian telah menyaksikan manusia telah berselisih, maka ikutilah pendapat Mujahidin dan “Ahluts Tsughur”.

Dengan demikian mereka tidak lain adalah para mujahidin dan para ulama mujahid “Ahluts Tsughur”, yakni orang-orang Arab “anshor Syams dan Iraq” yang tinggal dibagian Utara Syiria dan Utara al Jazirah dibagian Utara Iraq. Tiga wilayah ini merupakan basis bagi Kabilah “al-Mudhar” yakni cucu dari Adnan (Adnaniyyun). Kabilah ini hidup dibagian Utara Syiria (ar-Raqqa dan sekitar) dan al Jazirah Ninawa Iraq (Tal Afar dan Mousul). “Sedangkan Muhajirin”-nya adalah Qaum yang datang dari segala penjuru dunia yang intinya berasal dari “Khurasan”.

Mereka “al-asabu al Iraq dan abdalu as-Syams!” tidak lain adalah “ashabu rayati suud” atau pemengang “panji-panji hitam al uqab” “laa illah ha illah”. Mereka adalah 1/3 dari sisa-sisa 70 ribu mujahidin as-Syams ditambah 12 ribu mujahidin dari “Aden-Abyan” yang dahulu bersama “Khalifah Qaum Muslimin”, memenangkan Peperangan al Ghothoh dan menaklukan Baitul Maqdis dalam Peperangan al Malhamah al Kubro.

Rosulullah ﷺ bersabda:

"شم تطلع الرايا ت السو د من قبل المشر ق فيقتلو نكم قتلا لم يقتله قو م شم ذكر شيءا لا اءحفظه فقا ل فاء ذا ر اء يتموه فبا يعوه و لو حبوا على الشلج فا ءنه خليفة الله المهدي

Artinya: …Lalu munculah panji-panji hitam dari wilayah Timur. Mereka lantas memerangi kalian (Arab Murtad/Bani Kalb) dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan Qaum manapun, Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak diatas salju, karena sesungguhnya ditengah mereka ada Khalifah Allah al-Mahdi (HR. Ibnu Majah dan al Hakim)



Orang-orang lemah dari Iraq dan Syams:

Adapun 313 atau 314 pembaiat al-Mahdi adalah orang-orang lemah dari kelompok dan qaum teraniaya di Iraq dan Syams, sebagaimana kondisi para sahabat “asabiqun al awalun” yakni Muhajirin yang dahulu membai’at Rosulullah ﷺ dari kalangan lemah, pada budak dan orang-orang yang tersisih dari qaum-nya.

Kombinasi dua golongan inilah yang akan keluar dari Hijaz pasca membaiat al Mahdi memerangi “as-Sufyani” beserta bala tentaranya, serta melalui mereka Konstatinopel ditaklukan sebagaimana hadits diatas. Rosulullah ﷺ bersabda:

شم يخرج اءليهم روقة المسلمين اءهل الحجز الذين لا تا خذهم باالله لو مة لا ءم حتى يفتح عليهم قسطنطينية وروما با لتسبيح و التكبير

“Tsumma yakhruju ilayhim rowqotu al muslimina ahli al Hijazi allaziyna la taa khuzuhum billahi lawmata laiminhata yukhtaju alayhim Qostantiyniytu warowmaa bil ttasbihi wa takbiyri”

Artinya: “kemudian qaum muslimin terbaik dari “ahlul Hijaz” yang tidak takut celaan orang yang mencela dijalan Allah hingga konstatinopel ditaklukan untuk mereka, sedang Roma ditaklukan dengan tasbih dan takbir”.



Ahlu Hijaz (penduduk Mekkah dan Madinah)

Kelompok ketiga yang mendukung “al-Mahdi” akan muncul setelah “al-Mahdi” bersama 314 orang pembaiatnya dan didukung oleh “ashabu rooyatis suud”, berangkat memerangi “as-Sufyani”, dan bala tentaranya dan dilanjutkan ke konstatinopel. Maka Ad-Dajjal datang menguji keimanan penduduk Mekkah dan Madinah dari atas “Sabkhah al Harf/سبخة الحرف. Dari Anas bin Malik, Rosulullah ﷺ bersabda:
"عن اءسبن ما الك ر ضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلىم قل: ليس من بلد اءلا سيطوءه الد جال اءلا مكة و المدينة..."
Maka tidak ada sebuah negeripun dimuka bumi melainkan akan dimasuki oleh Ad-Dajjal, kecuali Mekkah dan Madinah. Kemudian Allah mensucikan penduduk kedua kota tersebut, dan dari Madinah orang-orang kafir wal munafiqun dikeluarkan:
المدينة ثلاث ر جفا ت يخر ج اءليه منها كل كا فر و منافق و في لفظ: فيخرج اءليه كل منا فق ومنا فقة
“al madinahtu tsalasa rojafati yakhruju ilaiyhi minha kullun kafirun wa munafiqin wafiy lafadz: fayakruju ilayhi kullun manafiqin wa munafiqotu”
Artinya: Kota Madinah bergonjang tiga kali, setiap orang kafir dan munafiq keluar untuk bergabung bersama ad-Dajjal (HR. Bukhori dalam Kitab al-Hajj no. 1748 dan Muslim dalam al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no. 2942)

Dan juga dari hadits tersebut, mengindikasikan bahwa sisa-sisa dari “ahlul al Hijaz” yang tidak berhijrah ke Baitul Maqdis pasca Futuhat Syams, maka para hari pembersihan dan pensucian atas al-Hijaz, yakni Yaumul al Kholasi “يوم الخللص”, Allah telah sucikan dan bersihkan mereka yang tertinggal dari cemoohan orang-oang dan telah Allah buktikan kejujuran dan ketulusan Iman mereka (Dishahihkan al Abani dalam Silsilah hadits shahihah no 3081)

Mereka (ahlu al Hijaz) inilah yang dahulu tidak dicela oleh orang-orang dikarenakan sikap mereka yang tidak mengikuti manusia kebanyakan, namun atas keyakinan dan keteguhan iman merekalah Konstatinopel dan Roma itu dapat ditaklukan dengan Tasbih dan Takbir di era al Mahdi. Walauallam!,,

Syaroh:

Walauallam!,, jika wazan kita mengunakan hujjah Abu Ja’far al Manshur ketika dia men-“hujjah” Muhammad bin Abdullah al Hasani al Mahdi “bahwa Allah sering menjadikan paman sebagai ayah dan memulainya dengan menyebut anak tertua”. Kemudian beliau (Abu Jafar al Mansur) membacakan QS. Yusuf 38 “dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishak dan Yakub”. Tarikh Banu Abbasiyyah, karya al Khudari). Dan juga kebiasaan orang-orang Arab menyebut Paman sebagai Ayah, sebagaimana para Sahabat rodhiallahuanhum aj’main menyebut al Abbas bin Abdulmutallib sebagai ayah bagi Rosulullah ﷺ.

Maka dengan demikian, Bani Tamim bin Murrah, yakni Suku nya Khalifah Abu Bakar al Shiddiq rodhiallahuanhu, yang juga dikenal sebagai “adnaniyyun”, yakni anak turunan “Adnan”, cucu dari Ismail Alaihisallam. Sesungguhnya, tidak lain mereka adalah “Bani Ishaq”, dikarenakan Ismail adalah adik dari Ishaq bin Ibrahim Khalilurahman !. Ini juga yang dikatakan oleh Qodhi Iyadh bin Musa al Yahsibi rahimahullah yang dikutip oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Sahih Muslim Bab 9/307!,, walauallam!,,

Dengan demikian jelaslah siapa 70 ribu “Bani Ishaq” itu yang dikatakan oleh Nabi kita sebagai Qaum yang melalui mereka Allah bukankan pintu Kota Konstantinopel dan Kota Roma milik Qaum Pangan Salibis itu dengan kalimat Takbir dan Tahmid! “لا تق م السا عة حتى يغزوها سبعون اءفا من بني اءسحق... ”, “la taqumu alsaatu hatta yakhzuwhaa sabatuwna alfaan min baniy Ishaqi” (HR. Muslim dalam kitab al Fitan wa Asyratus Sa’ah no 2920)

Maka hadits Nabi kita yang menyebut konstantinopel itu akan ditaklukan oleh “BANI ISHAQ”, maka tidak lain itu adalah Bani Tamim bin Murrah, dan merekalah yang disebutkan sebagai oleh Rosul ﷺ sebagai “kelompok terakhir yang akan memerangi al Masih ad-Dajjal, “hatta yukhotilan akhiruhum al masih al Dajjal “حتى يقا تل اخر هم المسيح الدجال”, (HR. Abu Daud Kitab al-Jihad no 2125)

Selain itu Bani Tamim bin Murrah, baik yang tinggal di Iraq maupun yang di Hijaz. Adalah satu diantara tiga anak Suku Quraisy (bersama Bani Hashimi dan Bani Zuhrah) yang memiliki ikatan “Hilfal Muthayyabin” “حلف المطيبين”, yakni sumpah untuk menolong, saling menguatkan dan membantu orang-orang yang terzalimi dengan darah dan kehormatan mereka!,,

Ketahuilah!,,

“Hilfal Muthayyabin” “حلف المطيبين”, adalah sumpah sejak era Jahiliyyah yang tetap di syariatkan bagi anak turunan Quraisy dari Kabilah Bani Hashimi, Bani Zuhrah dan Bani Tamim bin Murrah!,, sebagaimana Hadits Abdurrahman bin Auf, Rosulullah ﷺ bersabda:
شهدت مع عمو متي حلف المطيبين, فما اءحب اءن اءنكثه, واءنلي حمر النعم…”
“syahidtu maa amuw matiy Hilfa a Mutayyabiyna, fama uhibu an ankusyatu, wa anna liya al nnamami”

Artinya: “Aku (Rosulullah) pernah menghadiri Hiful Muthayyabin bersama paman-pamanku. Maka aku tidak ingin melanggarnya meskipun aku diberi unta merah (hewan ternak yang paling berharga diera itu).
Shahih, al Adabul al Mufrod 256/ 567, Ahmad no 1/190 dan al Hakim Bab 2/220.

Tidak ada suku Arab yang memiliki sumpah sejak era Jahiliyyah yang dilindungi oleh Syariat kecuali “حلف المطيبين” milik Bani Hashimi, Bani Zuhrah dan Bani Tamim bin Murrah. Jika dahulu Bani Tamim bin Murrah mendukung tegaknya Daulah Abbasiyah al Hasimi, maka begitu sebaliknya Bani Tamin bin Murrah akan mendukung Kekhalifahan dari Bani Hashimi al Quraisy sebagaimana mereka memberikan kesetiaan dan dukungan kepada para pemimpin “Daulah Islam Iraq, Daulah Islam Iraq wa Syams dan Daulah Islamiyyah, Yakni as Syaikh al Mujahid Amirul Mukminin Abu Umar al Baghdadi al Huseini al Quraisy rahimahullah, as Syaikh al Mujahid Khalifah Abu Bakar al Baghdadi al Huseini al Quraisy hafidhohullah dan Khalifah ‘al-mahdi’ Muhammad bin Abdullah al Alawi al Quraisy kelak!,, Biiznillah!,,


Wallahu’alam bishawab!.

Apabila ada kelalain maka kesempurnaan hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Demikian narasi ini disusun semoga Allah berkenan membimbingnya. Saya sampaikan, bahwa saya hanyalah manusia, dan apa yang saya susun sesungguhnya berdasarkan atas kesimpulan dan bukan sebuah keyakinan”. wa akhiiru qolam, alhamdulillaahi wal minah.

Disusun dari tanggal 21-29 Ramadhan 1438 Hijriyah. Semoga Allah Azza wa Jalla berkenan membimbing usaha ini, dan teriring do’a atas keberkahan sebagaimana Janji-Nya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini. Baaqiyah!

Wassallam!
oleh: Benjamin


  AL FITAN WAL MALAHIM, (Seri 02, Dari Penghiatan Bani Asfar hingga al Malhamah al Kubr
Posted by: al.fakhir - 2 hours ago - Forum: Dokumen - No Replies

[Image: Furat02.jpg]


oleh: Benjamin

Bismillahi wal-hamdu lillahi wash-shalatu wa-salamu ala Rosulullah ﷺ,,

Muqaddimah,,

Penghianatan Bani Asfar :

Setelah keberhasilan strategi membujuk “as-Sufyani” agar keluar dari Damaskus untuk memerangi Rafidhah Majusi di Iraq (Raja dari Timur) , maka “ar-Ruum” menjalankan “makar khianatnya” yakni memerangi Qaum Muslimin (HR. Muslim) di “al Ghuthoh”.

Untuk melegitimasi tindakan perangnya, “ar-Ruum” sengaja merampas kemenangan “as-Sufyani” atas Raja Iraq dengan menghianati pasukan “as-Sufyani” di perbukitan Dzi Talul (Marj ad-Dabiq) !,, Rosulullah ﷺ bersabda: “شم تنزلون بمرج ذي تلو” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Selain itu, atas tidakan keras dan kejam “as-Sufyani” kepada wanita, anak-anak dan orang tua dan juga kepada sekutu Majusi Rafidhah, yakni Banu Qais. Telah menjadi alasan dan dalil bagi “ar-Ruum” tindakan penghianatan dan memutus penjanjian damai. Rosulullah ﷺ bersabda: “فيقتل حتى يبقر بطون النساء, فتجتمع له قيش فيقتلها, حتى لا يمنع ذنب تلعه ” , “fayaqtulu hatta yabqiro butuwna al-nisa’i fatajtamiulahu Qaisu fayatuluha, hatta la yamnau zanbun taliatu”

Setelah peristiwa penghianatan atas pasukan “as-Sufyani”, “ar-Ruum” mengerahkan pasukan mereka menuju Kota Pelabuhan “al- Arish-Mesir” dan “Antokia-Turkiy”, dengan tujuan memerangi Qaum Muslimin di tanah “as-Syams”. Rosulullah ﷺ bersabda: “ … شم يسير حت يكون فيما بين العر يش و اءنطاقية…”
“…setelah itu mereka (ar-Ruum) berjalan hingga tiba diantara al-Arish dan Antokia…”

(HR. al-Haitsami dan Ibnu Abu Hatim dan Nu’aim bin Hammad dalam al Fitan)

Bala tentara Qaum Ruum tiba di Pelabuhan di tepi Kota Pantai al Arish di Mesir. Dan Kota Antokia di Semenajung Anatolia Turkiy yang merupakan markas besar NATO!,, Setelah itu Pasukan “ar-Ruum” dimobilisasi di “al-Amaq (dekat Allepo) dan ad-Dabiq”!,, Rosulullah ﷺ bersabda:

لا تقوم السا عة حتى ينز ل الوم با لا عماق اءو بدابق, “la taqumu al Saaatu hataa yanzilu ar-Ruum biil Amaq (i) auw bi Dabiq (in)”

Artinya: “kiamat tidak akan terjadi sebelum Bangsa Romawi turun ke medan perang di suatu tempat bernama A’maq dan Dabiq…” (HR. Muslim dalam Kitab al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no 2897, Imam Ahmad, Abdurrazaq dalam Mushannafnya)

Syaroh :

Keluarnya “as-Sufyani” dari Kota Damaskus guna memerangi Raja dari Timur di Iraq berdasarkan hadits riwayat al-Hakim dalam kitabnya al Mustadrok dengan kata-kata “yakruju rojulan lahu /“يخرج رجل يقا ل له”, hal itu tidak mengindikasikan ia sendiri yang memimpin pasukan ke Iraq. Ada kemungkinan ia hanya mengutus orang kepercayaan atau salah satu kerabatnya sementara dia sendiri masih berdiam diri di Damaskus menunggu perkembangan dan guna menyusun perhitungan dan rencana tindakan terhadap “ar-Ruum”.

Kota Pantai “al-Arish” ada di Semenanjung Sinai Mesir dekat Qaza Palestina, Askalan wilayah yang diduduki Israel. Adapun Antokia di wilayah Turki dan Kota ini merupakan Markas Regional NATO !,,

Adapun al-Amaq dan ad-Dabiq ada di wilayah as-Syams!,, dekat perbatasan Turkiy!,,. Semua tempat-tempat tersebut seluruhnya ada dalam wilayah “as-Syams al Kabir”!,,

Jumlah Bani Asfar :

Terjadi peperangan “antara ar Ruum” dengan 80 bendera.... Dari Auf bin Malik, Rosulullah ﷺ bersabda: ويسيرون اءليكم تحت ثمانين غاية تحت كل غاية اءثنا عثر اءلفا , “wayansiruna ilaiykum tahta syamaanina qhoyatun tahta kulin qhoyatun isnaa asaro alfan”

Artinya: “…mereka (ar-Ruum) menghianati dan bergerak menyerang kalian dengan 80 panji-panji. Setiap panji (royah) membawahi 12 ribu anggota pasukan” (HR. Bukhori dalam al-Jizyah wa al-Muwada’ah no. 2940, Abu Daud dalam Kitabul Malahim no 3741-3742, Ibnu Majah dalam Kitabul Fitan no. 4079, dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan al Albani dalam Shahih Jami al Shaghir no 3162, Miskatul Mashabih no. 5428)

Peperangan “al Ghothoh” .
Pra al Mahlamah al Kubro
dan Futuhat Baitul Maqdis”

Setelah proses “tamhis” yakni Hijrah I selesai, yakni ketika orang-orang beriman dari Iraq pergi menuju as-Syams berkumpul dengan “Sang Khalifah dan para Mujahidin. Sementara orang-orang Musyrik as-Syams pergi ke Iraq. Maka berlakulah jaminan Allah atas negeri as-Syams. Rosulullah ﷺ bersabda “...فاءن الله تكفل لي با لشام و اهله”, “fainaallaha takafaala ilaa bi as-syams wa ahlihi”, yakni “Allah telah menjamin untukku negeri as-Syams dan penduduknya” (HR. Abu Daud no 2483).

Sejak saat ini tidak ada yang dapat mencelakakan penduduk as-Syams untuk selama-lamanya. Sejak saat ini, muslimin bersama “sang Khalifah” maupun kelak bersama “al-Mahdi”, tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh musuh-musuh mereka dengan ijin Allah!,, Rosulullah bersabda atas Qaum Muslimin di “al Ghuthoh as-Syams”: “لايزال قوم من اءمتي ظا هرين على الناس حتى يا تي اءمر الله و هم ظا هرون” “la yazalu qaumun min ummati thohiriyna ala annasi hatta yaatiyaallahi wa hum thohiruwna”

Artinya:
Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang senatiasa menang diatas manusia hingga urusan Allah datang, dan mereka dalam keadaan menang (Mutafaqun alaihi).

يزال قوم: “maknanya sekelompok Qaum atau golongan, dan bukan dua atau tiga.

Hadits ini juga mengindikasikan, bahwa diantara dua kubu muslimin di as-Syams, yakni: kubu “as-Sufyani” di Damaskus dan kubu “Sang Khalifah” di “al Ghuthoh”, hanya ada satu yang akan ditolong oleh Allah dengan kemenangan. Hal ini dapat diketahui pasca “as-Sufyani” meninggalkan Damaskus!,,

Dengan berkumpulnya Qaum Muslimin di “bumi as-Syams”. Dengan sendirinya akan memicu turunnya “ar-Ruum”, yakni di Kota Pantai “al-Arish” di Semenanjung Sinai yang tidak lain tujuannya menghentikan rencana invasi Mujahidin yang ingin segera menaklukan Baitul Maqdis melalui al-Ghuthoh,

Selain itu pasca Kota Damaskus dan sekitarnya sepi dan kosong ditinggalkan oleh “Kuffar Musyrikin” yang “hijrah” ke Iraq, guna mencari peruntungan atas “gundukan emas” di Sungai Furat. Maka tidak ada pilihan lain bagi “ar-Ruum” kecuali mereka harus turun karena “Baitul Maqdis” sudah terbuka untuk ditaklukan dikarenakan perisai mereka “Qaum Rafidhah wal Musyrik”, sudah meninggalkan pos mereka,,

Dengan demikian, Mujahidin dapat dengan mudah mencapai “Baitul Maqdis/Jerusallem” setelah bamper “Yahudi Israel, yakni Rejim Nusyairiyyah, Qaum Druze dan Bathini Ismailiyyah yang bisa bercokol di parameter “as-Suwaida” dan “Golan”, sudah hijrah ke Iraq!,, walauallam!,,

Mengenai invasi “ar-Ruum” di al-Arish guna mengamankan Jerusallem/Iliya dari serbuan “panji-panji hitam”, Khalifah Qaum Muslimin, memerintahkan untuk “Ribath” di Kota Pantai Asqalan (Askelon), dekat Gaza. Rosulullah ﷺ bersabda:

“…فعليكم با لجها د فا ن اءفضل جهادكم الربا ط و اءن اءفضل ربا طكم عسقلان
“falaykum biil jihadi fainaa afdhola jihaadikum ar-ribath(u) wa inaa afdhola ribathikum Asqolana”

Artinya: “jihad kalian yang paling utama adalah “ribath” dan “ribath” yang paling utama bagi kalian di Asqalan (HR. Ath-Thabarani, al Haitsami mengatakan para rowinya tsiqah!)

Namun demikian pasukan Qaum Muslimin yang ribath di Kota Pantai Asqalan adalah sebaik-baik pasukan muslimin, yakni dari kalangan mawali yang diutus dari Damaskus dengan persenjataan yang dan kuda-kuda perangnpaling baik dikalangan Bangsa Arab, melalui perantara merekalah Allah menolong agama-Nya. Dari Abu Huroiroh, Rosulullah bersabda ﷺ:

اءذا وقعت الملاحم بعث الله من دمثق بعثا من الموالي اءكرم الع ب فرسا واءجودهم سلاحا يويدالله بهم الدين
“izawaqoati almalahim, baasyallahu min dimasqy ba’syan mina almawaliy akromu al arobiy farsan wa akrwaduhum silahan yuw’ayidu lillahu bihimuladienna”

Syaroh :

Ar-Ribath “الربا ط”, maknanya berjaga-jaga diperbatasan negeri muslimin dengan wilayah musuh,,
Asqolan “عسقلان”, adalah kota tepi pantai yang berbatasan dengan jalur Gaza, dan kota ini diduduki oleh Zionis Israel.

Dari hadits ini, dapat difahami, ketika para mujahidin sudah sampai di Kota Asqalan itu berarti Zionis Israel tidak mampu membendung gerak maju para mujahidin yang dikerahkan oleh “Sang Khalifah” dari titik kumpul al Ghuthoh Damaskus, kemudian menembus Dataran Tinggi Qolan (Tal al-Jaulani). Ini juga berarti perisai luar Zionis sudah ditembus!,,

Jika “Mujahidin” sudah berada di “Kota Asqalan” pasca “ar-Ruum” mendarat di “al-Arish”, itu berarti peperangan panjang dari milestone di Khurasan hingga Iliya. Akan selesai ditangan “Sang Khalifah”, dan dia lah yang melenyapkan eksistensi Yahudi Zionis berserta mujahidin yang menyertainya, dan bukan dan bukan “al-Mahdi, sebagaimana yang diyakini selama ini.

Sang Khalifah-lah mampu memenangkan peperangan melawan “Zionis Israel dan ar-Ruum” di pintu-pintu Baitul Maqdis. Dan dia mengibarkan bendera “ar Royyah” ditanah di Illiya (Jerusalem). Rosulullah ﷺ bersabda: “تخرج من خر اسان رايت سو دلا يردها شيء حتى تنصب بءياياء
“takhruju min Khurasana royaatu sawdun la yarudduhaa syay’aun hatta tunsoba bil iliya”

Artinya:
“Akan muncul dari Khurasan beberapa bendera hitam, tidak ada yang dapat menghadangnya sama sekali sehingga ditancapkan di Iliya” (Musnad Imam Ahmad, Riwayat Ath-Tirmidzi dan dia mengatakan “hasan gharib”)

Dari hadits diatas, dapat difahami usaha yang dilakukan oleh “ar-Ruum” untuk menyelamatkan Baitul Maqdis dari invasi Mujahidin dengan mendarat di “al-Arish”. Akan sia-sia dan mereka ditakdirkan kalah disana bersama Qaum Zionis Yahudi!,,

Rosulullah ﷺ bersabda: …“wahai Muhammad!, jika Aku telah menetapkan sebuah ketetapan, niscaya tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya
واءن ربي قال لي يا محمد اءني اءذا قضيت قضاء فاءنه لايردولااءهلكهم ”, “wa inna robbi qola liy ya Muhammad inniy iza qodhoytu qodhoan fainnahu la yuroddu wala ukhlikuhum”,

“…Aku telah menetapkan umatmu tidak akan binasa oleh panceklik yang merata, juga umatmu tidak akan binasa karena dikalahkan oleh musuh dari selain bangsa mereka, yang menjajah wilayah mereka. Sekalipun musuh dari seluruh penjuru dunia bersatu untuk menghancurkan umatmu (niscaya umatmu tidak akan hancur)”,
بسنة بعا مة ولا اءسلط عليهم عدوا من سوى اءنفسهم فيستبيح بيضتهم ولو اجتمع عليهم من بين اءقطا رها اءو قال باء قطارها حتى يكون بعضهم يهلك بعضا ”,
“bisanatin bi ummatin wa la usalitu alaihim aduwan min siwa anfusihim, fayastabiyha baydhotahum wa lauakh tama’a alaihim min bayna aqtoriha auw qola biakhtoriha ”

(HR. Abu Daud dalam Kitabul al Fitan no 3710, dan dishahihkan oleh al Abani dalam Shahih Jami ash Shaghir no. 1773).

Syaroh:

Ibroh dari hadits diatas, bahwa sekalipun musuh-musuh Umat Islam itu bersatu padu, namun Allah menjamin dengan ketetapan-Nya bahwa sekalipun dengan makarnya “ar-Ruum itu turun dengan kekuatan penuh dalam rangka menghentikan kejatuhan “al Aqsa/Jerusalem, namun apa yang sudah ditetapkan tidak dapat dihentikan!,,

Dengan takluknya Baitul Maqdis di tangan Qaum Muslimin, itu berarti “ar-Ruum” akan berperang habis-habisan di Amaq dan Dabiq, sebagaimana pesan Rosul ﷺ kepada Ibnu Hawalah al Azdi. Inilah peluang “ar-Ruum” yang tersisa, setelah Zionis hancur. Dari Ibnu Raghb al-Ayyadi, Rosulullah ﷺ bersabda:

يا ابن حوالة اءذا راءيت الخلافة قد نزلت اءرض المقدسة فقد دنت الزلا ز ل و البلا بل و الا مور العظام

“yaa Ibnu Hawalah iza roaiytu al khilafatu qod nazalat ardho al moqodas(ti) faqod danati alzaa azilu wal bala wa umuwru al izhoomu”

Artinya: “Wahai Ibnu Hawalah, apabila engkau melihat kekhalifahan telah turun di bumi yang disucikan (Baitul Maqdis), maka telah dekat bencana dan gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar” (HR. Abu Dawud no 2535, Ahmad dalam al Musnad V/288)

Peristiwa besar pasca Futuhat al Aqso, sebagaimana hadits Ibnu Hawalah al Azdi diatas antara lain:

Kesatu,,

Pemakmuran Baitul Maqdis dan Pengosongan Yatsrib/Madinah:

Itulah sebabnya, kelak akan terjadi pemakmuran atas Baitul Maqdis setelah kemenangan Peperangan “al Ghothoh”. Dampaknya akan terjadi pengosongan atas al Yasrib (Madinah al Munawaroh). Rosulullah ﷺ bersabda: “ عمران بيت المقدس خراب يشرب و خراب يشرب خروج الملحمة” “umrunu bayti al maqdis khorobu Yasrib wa khorobu Yastrib Khoroju al Malhamah”, yakni: “megahnya Baitul Maqdis sebagai tanda kosongnya al Yastrib/Madinah al Munawraroh dan kosongnya Yastrib waktu peperangan besar…(Musnad Imam Ahmad V/245, Ath-Thabarani dalam al-Kabir XX/108[214], dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Abu Daud no.4294 )

Selain itu, jika dilihat dari kondisi kekinian, peperangan “al-Ghothoh” memang mendahului peperangan Dabiq, dikarenakan posisi “ar-Ruum” saat ini berada di Allepo, Lanttakia dan Tartus. Itu artinya, peperangan “al-Ghothoh” akan merubah posisi “ar-Ruum” dan mengembalikan mereka ke Amaq pasca Futuhat Al Aqso, walauallam!,,

Dampak lain dari kemenangan peperangan “al-Ghuthoh”, bukan hanya penduduk Madinah yang berhijrah ke Syams. Namun secara umum masyarakat “ahlu Sunnah”, khususnya yang terdekat dengan “as-Syams” yakni Jazirah Arab, Turkiy, Afrika dan Asia. Berbondong-bondong hijrah ke as-Syams. Dengan sendirinya, maka runtuhlah keyakinan atas nasionalisme dunia Islam. Sejak saat itu, bentuk-bentuk Kerajaan, Negara dan Republik yang dibangun diatas prinsip jahiliyah Ashobiyyah, Kebangsaan, Nasionalisme dan sebagainya, runtuh dengan sendirinya.

Kedua,,

Mobilisasi “ar-Ruum” di Amaq (Antokia) guna perang habis-habisan di Dabiq (HR. Muslim dalam Kitab al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no 2897, Imam Ahmad, Abdurrazaq dalam Mushannafnya)

Ketiga,,

Terjadi wabah kematian yang menimpa Umat Islam khususnya Bangsa Arab di al Jazirah Arab karena konteks hadits ini perang akhir jaman di Syams, sebagaimana maksud hadits Auf bin Malik…Rosulullah ﷺ bersabda: “…شم فتح بيت المقدس شم موتا ن ياء خذ فكم كقعا ص الغم …” , “Tsumma fathu baiti al maqdis, tsumma mauwtanu ya’huzu fiykum kaquasi al qhonami” (HR. Bukhori, Kitab al-Jiyzah wa al-Muwadah no 2940). Hal berarti jumlah Bangsa Arab akan semakin sedikit, sementara jumlah Qaum ar-Ruum justru mereka adalah umat manusia terbanyak!,,

Hujjah tersebut memiliki penguat dikarenakan Hadits dari Abdullah bi Amr al Ash dan al Mustaurid al Quraisy, Rosulullah ﷺ bersabda bahwa dibelahan bumi lain, justru “ar-Ruum” dan Qaum Nasraniyyun diakhir jaman adalah umat yang paling banyak:
“...يقول تقو م السا عة و الر و م اءكشر النا س فقا ل له عمرو اءصر ما تقو ل قا ل اءقو ل ما سمعت من ر سول الله
(HR. Muslim dalam Kitab al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no. 2898)

Syaroh:

Kata-kata “تقو م السا عة” ,“taqumu alsaatu”, maknanya (saat) atau menjelang kiamat. Semua kalimat yang awalnya تقو م, selalu disebutkan peristiwanya secara langsung seperti munculnya Dajjal, murtadnya suku-suku Arab dll.

Sementara tanda-tanda kiamat “يدي السا عة”, atau ”yaday asaatu”, yakni tanda menjelang kiamat, masih bersifat global dan belum disebutkan secara spesifik.

Hal ini menandakan bahwa fitnah dan bencana peperangan menjelang Qiamat itu lebih banyak menyebabkan kematian pada muslim, hingga “Bangsa Arab” menjadi sedikit dan langka, sementara Qaum Kuffar ar-Ruum adalah yang paling banyak. Namun panceklik itu tidak akan membinasakan umat Islam (HR. Abu Daud dalam Kitabul al Fitan no 3710, dan dishahihkan oleh al Abani dalam Shahih Jami ash Shaghir no. 1773).

Walaupun disaat yang sama dunia akan mengalami masa panceklik kekeringan, kelaparan dan kelangkaan pangan, pasca peristiwa “fitnah gundukan emas di Sungai Furat”, namun Qaum Kuffar tetap tidak terpengaruh secara signifikan karena “kebutuhan pangan dan air mereka tetap dicukupi oleh sistem Dajjal dan Dajjal itu sendiri”. Walauallam!,,

Itulah analisis “kemungkinan-kemungkinannya”.

Al-Mahhamah al Kubro
di Amaq dan Dabiq!,,

Pasca gagal mempertahankan “Jerusallem dan jatuhnya Baitul Maqdis” ke tangan Qaum Muslimin, serta dan musnahnya kaki tangan mereka “Qaum Sahawat Syams” di Sungai Furat. Tidak ada pilihan lain bagi “ar-Ruum” kecuali perang habis-habisan di Amaq dan Dabiq!,, untuk itulah mereka memobilisasi pasukannya di kedua tempat itu.

Dengan demikian turunnya “ar-Ruum” di Kota Pelabuhan Antokia di Semenanjung Anatolia Turkiy bersama-sama Tentara Nasionalis Turkiy, dengan tujuan mengamankan Konstatinopel dan Roma Italia dari invasi Mujahidin. Hal tersebut dikarenakan parameter “Euprate Shield” sudah jebol dikarenakan para “Sahawat Syams” yang menjadi kaki tangan “ar-Ruum”. yakni Qaum Nasionalis Syiria, gerilyawan YPG-PKK Kurdi Komunis sudah habis di Iraq!,,

Guna menghadapi “ar-Ruum” di Dabiq, “Sang Khalifah” bersama para Mujahidin keluar dari menghadapinya “فيخرج اءليهم جيش من المدينة”, “yakruju alaihim jaisyu min madinatu”, (HR. Muslim Kitab al Fitan wa Asyrat al Sa’ah no 2897 dan no 2899). Syaroh: mujahidin yang keluar dari kota disini bukan al Madinah al Munawarroh di Hijaz, namun dari “al-Ghothoh”, karena konteksnya hadits ini berbicara perang akhir jaman di as-Syams. Selain itu “al-Madinah” disitu juga bukan Damaskus karena kota ini basisnya “as-Sufyani” dan para pendukungnya”. Walauallam!,,

Ia bersama dengan 70 ribu Mujahidin terpilih. Rosulullah ﷺ bersaksi atas kepemimpinan Umat Islam, yakni “Sang Khalifah”, dan beliau ﷺ menyebutnya sebagai “واءميركم يومءذ نعم الامير...” “wa amirukum yauwmaizin ni’ma al amiru” atau “diantara pemimpin Umat Islam yang paling beruntung dan mendapat pertolongan” (HR. al Haitsami dan Ibnu Abu Hatim)

Syaroh:

Hikmah dari hadits ini diantaranya, bahwa pemimpin Umat Islam lebih dari satu dan kemungkinan masih eksis para Raja dan Amir di Jazirah Arab seperti Raja Hijaz, Urdun, presiden bahkan para pemimpin Jamaah Qaum Muslimin yang lain diluar system kekhalifahan!,, walauallam!,,

Hadits ini juga menunjukan bahwa, al-Malhamah al Kubro tidak dipimpin oleh “al-Mahdi” sebagaimana yang disangkakan oleh banyak orang selama ini. Hal ini cukup jelas karena ada kata-kata “يومءذ نعم الامير”, mengindikasikan dia bukan “al-Mahdi”, akan tetapi dia adalah “Seorang Khalifah” sebelum “al-Mahdi” muncul dan dibai’at,, walauallam!,,

Selain itu, kata-kata “يومءذ نعم الامير “, mengandung makna bahwa dia akan mendapatkan kemenangan. Atas keyakinannya, dia ditolong oleh Allah dalam membinazakan musuh-musuhnya, hingga dia mendapatkan kemenangan atas dua musuh sekaligus yakni “Yahudi Zionis” dan “ar-Ruum”. Dia juga seorang pemimpin yang beruntung karena dia dipilih oleh Allah memimpin pasukan muslim terbaik dimuka bumi dalam menghadapi pasukan terbaik dari Qaum “ar-Ruum”. Terakhir dia akan mendapatkan syahadah, sebagai penghargaan tertinggi dari Allah kepada para mujahidnya!,, walauallam!,,


Dalam menghadapi “ar-Ruum” sang Khalifah terlebih dahulu memisahkan anak-anak dan wanita Qaum Muslimin di salah satu kota “as-Syams” yang paling aman dan agar tidak tertawan musuh atau dibunuh. Kemungkinan itu di Baitul Maqdis. Sedang “sang Khalifah” keluar dan berkemah di sekitar “ar-Raqqah” atau “Marj ad-Dabiq”, sesuai petunjuk para ulama dan pemimpin perang mujahidin!,, Rosullullah ﷺ bersabda:

فيقول لا صحابه ما ترون؟ فيقول ن نقاتلهم حتلى يحكم الله بيننا و بينهم. فيقول ن بل نحرز ذرارينا و عيالنا و نخلى بيهم وبين الارض حتى يا توا مدينتي هذه فيتهدون اءهل الاسلام فيهدونهم...

“fayaquwlu al ashabihi, ma taruna?, fayaquluna nuqootiluhum hatta yahkummullahu baynana wa baynahum. fayaqulum bal nahruzu dziroroynaa wa iyaa lanaa wa nakhlaa baynahum al ardi hatta baatuw madinatiy hazihi fayastahduwna ahlu al islami fayahduwnahum” (HR. al Haitsami dan Ibnu Abu Hatim).

Guna menghadpi Bala Tentara Bani Asfar yang mencapai total 980 ribu orang, Sang Khalifah hanya meminta 70 ribu orang Mujahidin yang siap mati Syahid!,, Rosulullah ﷺ bersabda:
شم يقول: لا ينتد بن معي اءلا من يهب نفسه لله حتى نلقا هم فنقا تل حتى يحكم الله بيننا و بينهم فيند ب معه سبعون الفا فيول حسبي سبعون الفا,

“Tsumma, yaquwlu: la yantada baynna maiy illa man yahabu nafsahu lilahu hatta nalqoohum fanuqootilu hatta yahkum lillahu baynana wa baynahum. fayantadaba ma’ahu sab’uwna alfaa. Fayaqulu hasbiya sab’uwna alfaa”. (HR. al Haitsami dan Ibnu Abu Hatim).

Dengan hanya 70 ribu orang Mujahid yang menghadapi 980 ribu bala tentara ar-Ruum, hal itu bukanlah suatu yang ditakutkan oleh penduduk as-Syams, hal itu dikarenakan ketetapan Allah atas penduduk Syams yang diberkahi yakni “Sekalipun musuh dari seluruh penjuru dunia bersatu untuk menghancurkan umatmu (niscaya umatmu tidak akan hancur)”,

بسنة بعا مة ولا اءسلط عليهم عدوا من سوى اءنفسهم فيستبيح بيضتهم ولو اجتمع عليهم من بين اءقطا رها اءو قال باء قطارها حتى يكون بعضهم يهلك بعضا ”,
“bisanatin bi ummatin wa la usalitu alaihim aduwan min siwa anfusihim, fayastabiyha baydhotahum wa lauakh tama’a alaihim min bayna aqtoriha auw qola biakhtoriha ”

(HR. Abu Daud dalam Kitabul al Fitan no 3710, dan dishahihkan oleh al Abani dalam Shahih Jami ash Shaghir no. 1773).

Selain itu,,

Kondisi yang tak imbang ini menjadikan telh perbandingan Mujahidin Islam versus “ar-Ruum” 14 kali lipat. Rosulullah ﷺ bersabda:

Dikarenakan bumi Syams memang ditakdirkan sebagai pecut Allah dimuka bumi, dan Allah akan membalas siapa saja diantara hamba-Nya yang dikehendaki. Maka dalam perperangan “al Malhamah al Kubro yang akan dipimpin “oleh Sang Khalifah”: 1/3 pasukan Qaum Muslimin akan melarikan diri dari peperangan, Rosulullah ﷺ bersabda: “ وحرام على منافقيهم ان يظهر وا على موءمنيهم و اءن يمو توا اءلا هما و غما و غيظا و حزنا…”, “ …orang-orang munafiq diantara mereka haram menang diatas orang-orang beriman disana. Orang munafiq ini hanya akan mati dalam gelisah, resah, marah dan sedih (Musnad Imam Ahmad III/499, Ath-Thabrani dalam al-Kabir IV/249, mauquf pada Khuraim bin Fatik, namun para perawinya tsiqah).

1/3 pasukan atau sekitar 23 ribu prajurit Islam yang melarikan diri dalam sesi pertama “al-Malhamah” merupakan “tamhis” dari Allah dan merekalah puncak dari “Fitnah Harab”, yakni lari dari musuh dalam peperangan sebagaimana yang dinubuwwahkan oleh Rosulullah dalam hadits mengenai finah ahlas, fitnah sarra dan fitnah duhaima (HR. Abu Daud, dishahihkan al-Albani dalam ash-Shahihah no 972).

Dan juga ada tambahan bala bantuan 12 ribu mujahidin yang datang dari “Aden-Abyan”. Abdurrazaq menceritakan kepada kami, dari al Mundzir bin Nu’man al Afthas, dia berkata, aku mendengar Wahhab menceritakan dari Ibnu Abbas, bahwa Rosulullah ﷺ bersabda:
يخرج من عدن اءبين اثنا عشر الفا ينصرون الله ورسو له”, “yakruju min adan abyan asyaru alfaan yansurunaallahu wa rosullahu” (Hadits Marfu dalam Musnad Imam Ahmad, Abu Ya’la al Mousuli, Ath-Tabarani, Ibnu Abu Hatim, Ibnu Asakir. Seluruh rowinya Tsiqah, kecuali Nu’man al-Afthas yang dinilai Tsiqah oleh Yahya bin Ma’in, Ibnu Abi Hatim. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al Hadits Shahih no. 2782)

Peperangan berlangsung dalam waktu singkat, yakni tiga malam. “فيقتتلون فيها ثلاث ليال...”, “fayaqtatiluna fiyha tsalasa lailin” (Nuaim bin Hammad dalam al Fitan).

Wallahu’alam bishawab!.

Apabila ada kelalain maka kesempurnaan hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Demikian narasi ini disusun semoga Allah berkenan membimbingnya. Saya sampaikan, bahwa saya hanyalah manusia, dan apa yang saya susun sesungguhnya berdasarkan atas kesimpulan dan bukan sebuah keyakinan”. wa akhiiru qolam, alhamdulillaahi wal minah.

Disusun dari tanggal 21-29 Ramadhan 1438 Hijriyah. Semoga Allah Azza wa Jalla berkenan membimbing usaha ini, dan teriring do’a atas keberkahan sebagaimana Janji-Nya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini. Baaqiyah!

Wassallam!


  AL FITAN WAL MALAHIM (Seri 01, dari Finah al Furat hingga Penghianatan Bani Asfar)
Posted by: al.fakhir - 5 hours ago - Forum: Dokumen - No Replies

[Image: Furat01.jpg]


oleh: Benjamin

Bismillahi wal-hamdu lillahi wash-shalatu wa-salamu ala Rosulullah ﷺ,,

Muqaddimah,,

Al-Mahdi tidaklah muncul dan di bai’at, kecuali dunia memasuki era kekacauan global yang ditandai dengan :

Surutnya Sungai Furat :

Akan tiba masanya sungai Furat yang sumber mata airnya berasal dari lelehan salju pada pengunungan Syams dan Turki akan menyusut. Dari Abu Hurairoh rodhiallahuanhu, Rosulullah ﷺ bersabda: “لا تقوم السا عة حتى يحسر الفرات عن جبل من ذهب”, “la taquwmu al saaatu hatta yahsiru al Furat (u) an jabalin min dzahabin”

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga Sungai Furat “lelah alirannya” dan menyingkapkan gundukan emas…”(HR. Muslim no. 5152)

Syaroh :

Untuk diketahui Sungai Furat melintasi 4 negara dan wilayah yakni: Turkiy, Syiria, Ninawa, Iraq, sedikit wilayah Iran (ahwaz) dan berakhir di Teluk Persia. Namun sepanjang aliran itu paling dominan melintasi wilayah Iraq.

Aliran Sungai Furat di Iraq melintasi Kota Baghdad dan kota-kota, perkampungan, pemukiman, ladang, kebun dan sebagainya. Lebih dari 70% pemukiman di Iraq berada di bantaran Sungai Furat. Dengan demikian Sungai Furat (dan juga Sungai Tigris), adalah sumber kehidupan bagi masyarakat yang bermukim Iraq, sejak dari dahulu hingga saat ini!,, Allah berfirman: “وجعلنا من الماء من كل شيءحي” /wajaalna minal maa’i min kulii syaiyin hayyi “dan dari air itu Kami menjadikan segala sesuatu hidup” (QS. Al-Anbiya:30).

Demikianlah!,, bahwa peradaban di Iraq itu dikehendaki oleh Allah hidup berkat rahmat-Nya dengan hadirnya Sungai Furat. Dengan demikian, jika kelak Allah menghendaki mengakhiri kehidupan di Iraq dengan “Azab-Nya”, maka “makna kebalikan dari ayat itu adalah” hilangnya keberkahan Sungai Furat atas kehidupan di Iraq melalui susutnya debit aliran sungai tersebut.

Ada beberapa teori yang menyebutkan “susutnya” debit Sungai Furat, hingga muncul gundukan emas didasarnya. Jika dianalisa dari kata-kata yang digunakan yakni “يحسر”, yang fi’il madi-nya adalah “حسر”, yang artinya “lelah”, atau “melemah” atas debit airnya. Ini adalah “kata kerja/fi’il” yang disifatkan kepada “al-Furot” yang debit airnya “melemah”, sebagai tanda-tanda hari kiamat, sebagaimana maksud hadits tersebut. Dengan demikian, Sungai Furot tidaklah “mengering” sebagaimana yang difahami banyak orang. Jika Sungai ini kering total, mungkin kata-katanya adalah “النحيف” /al nahifu atau kering air “ندي” nadiyyun.

Selain itu hadits tersebut mengatakan “melemah/susut-nya” aliran Sungai Furot hanya terjadi di wilayah Iraq!,, Tak diragukan lagi ini adalah suatu nubuwwah akhir jaman, dikarenakan di hadits yang lain justru wilayah as-Syams (yang juga dilintasi Sungai Furot), pada waktu yang sama justru menjadi daerah yang subur dan berair. namun kenapa di wilayah Iraq justru debit airnya surut (يحسر) !,,

Secara umum berkurang suplai debit Sungai Furat dikarenakan beberapa sebab. Dapat saja ia berkurang disebabkan adanya pembangunan bendungan, cekdam dan reservoir disepanjang Sungai Furat. Ini salah satu yang menyebabkan debit air berkurang,,

Berikutnya, jika cekdam dan bendungan disepanjang Sungai Furat hancur dan rusak karena perang, maka secara umum akan mempengaruhi debit Sungai Furat, karena fungsi DAM ini yang mengatur alirannya. Jika sampai hancur atau rusak, maka dapat dipastikan aliran Sungai Furat tidak dapat lagi dikendalikan, karena secara alami akan susut dan melemah dengan sendirinya.

Selain itu,,

Surutnya aliran Sungai Furat hingga memunculkan “gundukan emas”, menandakan tiga tahun kedepannya akan muncul Sosok ad-Dajjal dari Khurasan (Asbahan Iran).

Peristiwa ini sekaligus pertanda bahwa dunia akan mulai memasuki masa kekeringan, kemarau panjang dan masa panceklik krisis ekonomi yang parah. Rosulullah ﷺ bersabda: “اءن بين يديه ثلاث سنين...”, “tiga tahun menjelang kedatangannya (Dajjal) terjadi kekeringan” (HR. Abdurrazaq, Musnad Imam Ahmad, Abu Daud, Ath Thabrani, kata Ibnu katsir riwayat Imam Ahmad sanadnya tidak dipersoalkan/tsiqah!,,)

Dan pasca Futuhat al Aqso/Baitul Maqdis, akan terjadi wabah kematian yang menimpa Umat Manusia khususnya Bangsa Arab. Dari Auf bin Malik…Rosulullah ﷺ bersabda:
“…شم فتح بيت المقدس شم موتا ن ياء خذ فكم كقعا ص الغم …” , “Tsumma fathu baiti al maqdis, tsumma mauwtanu ya’huzu fiykum kaquasi al qhonami”
Artinya: “…lalu penaklukan Baitul Maqdis, lalu wabah kematian yang menimpa kalian seperti layaknya kambing yang mati mendadak karena penyakit… (HR. Bukhori, Kitab al-Jiyzah wa al-Muwadah no 2940)

Syaroh :

موتا ن ياء خذ فكم, “mauwtanu ya’huzu fikum”, maksudnya Umat Islam, yakni Bangsa Arab yang tinggal di as-Syams dan Jazirah Arab, dikarenakan Bangsa Arab yang lain sudah banyak yang mati di Iraq akibat finah emas Sungai Furat. Walauallam!,,


Orang-orang Jahat Pergi ke Iraq!,,
(karena murka-Nya)

Berikutnya, salah satu dampak susutnya aliran Sungai Furat, akan hadir “gundukan emas di aliran sungai di wilayah Iraq. Maka berduyun-duyunlah manusia-manusia serakah dan jahat datang ke Iraq. Dari Abu Umamah rodhialahuanhu. Rosulullah ﷺ bersabda: “ويتحول شرار اءهل الشام اءلى العراق” “wa yatahawaala Syiroru ahli al as Syami ilaa Iraqi”.

Artinya: “…sedangkan penduduk Syams yang terburuk pindah ke Iraq” (HR. Ahmad dalam al Musnad V/249, Abu Ya’la dan yang lain)

Syaroh :

Ini adalah “sunatullah”, dan dari hadits ini kita dapat memahami, pengaruh munculnya gundukan emas dari dasar Sungai Furat di wilayah Iraq, telah menjadikannya “tamhis/pemisah” antara yang al-Haq wal Batil. Dimana orang jahat di Syams, yakni: Atheis-Komunis, Qaum Musyrik Panganis, yakni ar- Rafidhah, Nusyairiyah, Bathiniyyah, Druze dan yang lain. Secara naluriyah, dengan sendirinya keluar dari tanah as-Syams. Proses ini atas kehendak Allah, bersihlah tanah as-Syams dari orang-orang jahat!,,

Selain itu, orang-orang jahat dan Qaum Musyrik itu nampaknya memang sengaja digiring dan dicampakan dari tempat tinggal mereka dan dengan todongan senjata. Rosulullah ﷺ bersabda:
“تلفظهم اءر ضو وتقذرهم نفس الله سبحنه وتحشر هم النا ر...”, “talfidzhuhum ardhuw wataqdzaruhum nafsuallahi subhanahu watahsyaruhum al naar(u)” (HR. Abu Daud no 2482, al Hakim dalam al Mustadrok IV/540, dishahihkan al Hakim dan disepakati adz Dhahabi).

Sangking buruknya orang-orang musyrik yang digiring dan berkumpul di Iraq atas kehendak Allah itu, mereka juga dikumpulkan bersama Kera dan Babi. Rosulullah ﷺ bersabda:
“مع القردة و الخنازير…”, “maa al kirodati wal al khinaaziyri” (HR. Abu Daud no 2482). Hadits ini juga memiliki pengertian keluarnyanya hewan-hewan hina itu dari hutan-hutan hingga sampai di Sungai Furat tidak lain sebabkan dahyatnya peperangan dan kekeringan. Hingga orang-orang musyrik itu harus hidup bersama Kera dan Babi. Sesamanya saling bunuh dan saling terkam siapa saja dari mereka yang tertinggal dari kelompok. Rosulullah ﷺ bersabda: “تبيت معهم اءذا باتوا, وتقيل معهم اءذا قالوا, و تا كل من تخلف ...”, “tabiytu maahum izaa baatuw wa taqiylu maahum izaa qooluw wa taakulu man takholufu” (Musnad Imam Ahmad dan al Hakim dalam al Mustadrok)

Fitnah Emas Sungai Furat ini merupakan salah satu awal kehancuran bagi Bangsa Arab baik karena kematian maupun kemurtadan, terutama bagi mereka yang bergabung dalam koalisi Rafidhah Majusi atau koalisi ar-Ruum!,, Rosulullah ﷺ bersabda mengenai murtadnya Bangsa Arab diakhir jaman: “ولا تقوم السا عة حتى تلحق قبا ءل من اءمتي با لمشر كين و حتى تعبد...”, “wala taquwmu alsaatu hatta talhaqu qobailu min ummati bil musyrikina wa hatta ta’abudu” (HR. Abu Daud dalam Kitabul al Fitan no 3710, At Tirmidzi Kitabul Fitan no 2145 dan yang lain. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Jami Ash Shaghir no 1773). Walauallam!,,

Kondisi ini mencocoki hadits Ummu Syuraik yang bertanya kepada Rosulullah ﷺ mengapa Bangsa Arab yang tersisi lari ke gunung menghindari Dajjal, jawaban Rosul ﷺ tidak lain sedikitnya Bangsa Arab (HR. Muslim). Salah satu penyebab punahnya Bangsa Arab dikarenakan mereka banyak menemui kematian di Iraq, as Syams, peristiwa al Mahhamah dan kekeringan dan paceklik sebelum Dajjal keluar.

Sementara…


Fase I, Orang-orang baik Iraq, pindah ke as Syams!,,
(al Haitsami dalam al-Majmauz Zawahid X/59)

Orang-orang Iraq yang memiliki kebaikan dan lurus imannya, secara naluriyyah akan menyingkir menghindari fitnah “gundukan emas Sungai Furat”, sebagaimana yang dikatakan Rosulullah ﷺ : “لا تقو السا عة حتى يتحول خيار اءهل العراق اءلى السام”, “ la taquwmu alsaatu hatta yatahawaala khiyaaru ahli al Iraqi ilaa as-Syami”

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum Penduduk Iraq yang terbaik berpindah ke Syams!...” (HR. Ahmad dalam al Musnad V/249, Abu Ya’la dan yang lain)

Menyingkirnya penduduk baik Iraq menghindari fitnah, sesuai dengan wasiat Rosulullah ﷺ :
“فمن حضر ه فلا يخذ منه شياء”, “faman hadorotu fala ya’a khuz minhu syai’aan”

Artinya: “barang siapa yang menyaksikannya (gundukan emas di Sungai Furat), agar tidak mengambil sesuatupun darinya (Muttafaq alahi).

Dengan demikian, bersihlah negeri as-Syams, sebagaimana Rosulullah ﷺ bersabda “صفوة الله من اءر ضه الشام...”/”sofwatuhulillahi min ardihi as-syams”. Karena hamba-hamba pilihan Allah yang bersih-lah yang berhak tinggal disana “وفيها صفوته من خلقه وعباده”, /“wafiyhaa sofawatuhu min kholqihi wa ibadhihi”!,, (HR. Abu Daud no 2483, Musnad Imam Ahmad nIV/100, al Hakim dalam al Mustadrok IV/510. Kata Adz-Dzahabi, Shahih!).

Syaroh :

Dengan adanya wasiat dari Rosulullah ﷺ tersebut, maka orang-orang Iraq yang beriman, akan menyingkir dari Sungai Furat guna menghindari “Adzab Allah”. Kemungkinan diantara orang-orang inilah pergi ke wilayah as-Syams dan utusan merekalah yang akan membai’at al-Mahdi”.

Fase II,…dan Semua Orang Baik akan ke as-Syams!,,
Mereka kesana (as-Syams) karena rahmat-Nya
(HR. Ath-Thabarani dalam Al Kabir no.7718)

Dalam riwayat pertama, hanya penduduk Syams dan Iraq yang saling tukar posisi (Hijrah I), namun (Hijrah II, pasca Futuhat Baitul Maqdis), muslimin dari belahan bumi lain ikut juga berhijrah ke as-Syams, sedangkan “Musyrikin” akan ke Iraq!. Dari Abdullah bin Amr, Rosulullah ﷺ bersabda: “ستكون هجرة بعد هجرة فخيار اءهل الارض اءزمهم مهاجر اءبراهيم و يبقى في الارض شرار اهلها”
“satakuwna hijro(tu) ba’da hijroh (tu) fakhiyaaro ahli al ardi al zamahahum muhaajaro ibrohim (u), wa yabqoo fiy al ardi syariru ahlihaa ”

Artinya :

“Akan ada hijrah setelah hijrah. Sebaik-baik penduduk bumi adalah yang paling lama menetap ditempat hijrah Ibrahim (as-Syams). Sedangkan dibelahan lain (Iraq) akan dihuni oleh seburuk-buruk penghuninya…” (HR. Abu Daud no 2482, al Hakim dalam al Mustadrok IV/540. Shahih sesuai syarat Syaikhiani dan disepakati adz Dzahabi dan dikomentari oleh Albani)

Dengan demikian, kelak pasca “al Mahdi” dibai’at, dan sebelum peperangan “al Malhamah al Qubro, maka muslimin akan berduyun-duyun datang ke wilayah “as-Syams”. Dari Abu Dzar al Ghifari, Rosulullah ﷺ bersabda: “الشم اءر ض المحشر و المنشر”, (al Mu’jamul al Wasith) artinya: “Syams adalah bumi mahsyar wa mansyar”.

Itulah sebabnya, kelak terjadi pemakmuran atas Baitul Maqdis setelah kemenganan Peperangan “al Ghothoh”, dan disisi lain terjadi pengosongan atas al Yasrib (Madinah al Munawaroh). Rosulullah ﷺ bersabda: “Megahnya Baitul Maqdis sebagai tanda kosongnya al Yastrib/Madinah al Munawraroh…(Musnad Imam Ahmad V/245, Ath-Thabarani dalam al-Kabir XX/108[214], dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Abu Daud no.4294 )

Syaroh :

المحشر, “bangkit dari kematian untuk diadili di Padang Mahsyar”,,
المنشر, “bangkit dan berpencar menuju kelompoknya”,,

Dari hadits ini, dapat difahami bahwa ini merupakan “hijrah yang kedua, pasca hijrah yang pertama oleh penduduk “Iraq ke Syams” dengan sebab munculnya “gundukan smas sungai Furat”.

Adapun hijrah yang kedua ini dilakukan oleh muslimin sekitar Iraq dan Syams yakni Jazirah Arab, Afrika, Turki, Eropa dan yang lain, dengan tujuan as-Syams, pasca kekalahan “ar-Ruum dan takluknya Baitul Maqdis. Atas sebab ini juga al Yasrib (Madinah al Munawwaroh) dikosongkan oleh penduduk Hijaz. Sampai-sampai sahabat Abdullah bin Amr rodhiallahuanhu berkata “nyaris tidak ada seorang yang berimanpun kecuali akan pindah ke as-Syams (HR al Hakim dalam al Mustadrok dan Abdurrozaq dalam al Mushannaf-nya)

Pada hijrah di fase II ini, pasca Futuhat al Aqsa, bumi akan mengalami bencana kekeringan dan semua kampung akan mengalami kekeringan, sehingga semua manusia beriman akan mengungsi ke as-Syams (HR al Hakim dalam al Mustadrok).

Selain itu,, hikmah pindahnya orang-orang terburuk di “Jazirah Arab” dan wilayah sekitarnya ke Iraq!,, mengindikasikan dan menunjukan akan terjadi pengosongan atas Kota Damaskus oleh Qaum Musyrik Panganis, Atheis, Bathini, Nusyairiyyah dan lainnya. Sehingga sisi ‘al Ghouthoh’ dipedesaan Damaskus akan ramai oleh para Mujahidin.


Peperangan antar manusia di Iraq dalam memperebutkan “gundukan emas Furat”

Ini adalah rangkaian fitnah yang kejam!,, dimana ketika orang-orang jahat yang telah berkumpul di Iraq, akan saling bunuh sesamanya dikarenakan ketamakan, kerakusan mereka atas gemerlap harta dunia. Rosulullah ﷺ bersabda:
“يقتتل الناس عليه فيقتل من كل ما ءةتسعة و تسعون ويقو ل كل ر جل منهم لعلي ءاكو ن ءانا الذي ءا نجو”

“yaqtatilu an-naasu alaihi fayuqtalu min kulun mii’atiin tisatun wa tas’uwna wa yakuwlu kuluun rojulin minhum laallay akuwnu anaa alaziy anjuw” (HR. Muslim no. 5152)

Selain itu,, Azab Allah akan tiba atas Iraq yang sudah dipenuhi oleh orang-orang rakus dan tamak, yakni “qaum kuffur wa musyrik” yang selama ini menjadi kaki tangan Quffar ar-Ruum, antek Salibis, antek Rafidhah Majusi, antek Tawaghit Arab, Qaum Nasionalis-Sekuler. Dimana merekalah yang selama ini melakukan kedzaliman atas ahlu sunnah dengan pembantaian, pembunuhan dan menghinakan atas “ahlu sunnah Iraq wa Syams”.

Adapun adzab ini merupakan suatu kepastian dari Allah atas kedzaliman yang dilakukan leh musyrikin selama didunia. Hamid bin Umar mengabarkan, Bakkar bin Abdil Aziz mengabarkan dari ayahnya, dari kakeknya Rosulullah ﷺ bersabda: “كلذنوب يو خر الله منها ما شا ء اءلى يوم القيا مة, اءلا البغي, ...يعجل لصا حبها في الدنيا قبل الموت ”
“kuluun dzanubin yuw’akhijuallahu minhaa maa syaa’a ilaa yaumi al qiyamati, ilaa al baghya…yuajiilu lisoo hibihaa fiy al dunyaa qobla al maut (i)”

Artinya.
“setiap dosa ditunda oleh Allah selama yang Dia kehendaki hingga hari qiamat, kecuali (dosa) perbuatan dzalim…akan disegerakan (adzab-nya) bagi siapa yang melakukan di dunia sebelum dia mati” (Shahih, syarah al Adabul al Mufrod 268/591)

Syaroh :

Dari hadits gundukan emas Sungai Furat, ada “clue” yang dapat difahami mengapa pada akhirnya bala tentara “ar-Ruum” yang turun di Amaq dan Dabiq itu adalah “Bani Asfar”, dan bukan sebagai “Koalisi Tentara Salib sebagaimana episode Perang Salib yang lalu”?!. Jawabnya tidak lain dikarenakan “para sahawat murtad” yang selama ini menjadi “kaki tangan mereka” sudah musnah di Furat!,,

Kata-kata “يقتتل الناس عليه”, (“yaqtatilu an-naasu alaihi”), menunjukan secara khusus manusia yang mendatangi Sungai Furat, secara khusus bukan dari “ar-Ruum/Bani Asfar atau Qaum Persia. Namun “musyrik rakus lagi tamak yang datang dari berbagai penjuru dalam rangka ingin mendapatkan gundukan emas di aliran Sungai Furat!,, itulah hakekat mereka yang sebenarnya!,,

Dan pada fase inilah dua tanduk syaithon, yakni finah dan bencana atas manusia-manusia serakah benar-benar akan ditampakan oleh Allah. Dari Ismail bin Ma’sud, menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin Aun dari Ayahnya dari Nafi Ibnu Umar. Rosulullah ﷺ bersabda: “هناك الزلازل و الفتن و بها يطلع قرن الشيطا ن…”, “hanaaka Alzaalazilu wal fitan(u) wa bihaa yatluu Qurnun Syaithon (i)” (HR. At-Tirmidzi, no.2268, Imam Thabarani dalam Mu’jam al Kabir 12/384 no. 13422, dan juga Ibnu Asakir dalam Tarikh Dmasyaq 1/120)

الزلازل, alzaalazilu adalah “bencana dan kegoncangan”
قرن, Qurnun, dzohirnya adalah “tanduk”, namun maknanya “kekuasaan”


Kemah Qaum Muslim di “as-Syams”
Diantaranya di distrik “al-Ghuthoh”

Pasca “tamhis”, dengan demikian bersihlah negeri as-Syams, sebagaimana Rosulullah ﷺ bersabda “صفوة الله من اءر ضه الشام...”/”sofwatuhulillahi min ardihi as-syams”. Karena hamba-hamba pilihan Allah yang bersih-lah yang berhak tinggal disana “وفيها صفوته من خلقه وعباده”, /“wafiyhaa sofawatuhu min kholqihi wa ibadhihi”!,, (HR. Abu Daud no 2483, Musnad Imam Ahmad nIV/100, al Hakim dalam al Mustadrok IV/510. Kata Adz-Dzahabi, Shahih!).

Ketika “Azab” Allah atas Iraq benar-benar terjadi, maka kemah Qaum Muslimin pada waktu itu ada di Damaskus, tepatnya di “al-Ghouthoh”, yakni sebuah distrik atau wilayah pedesaan dari Sistem perkotaan Damaskus. Sementara Damaskus sendiri telah kosong oleh Qaum Musyrik Panganis, Bathini, Rafidhah, Nusyairiyah, Atheis dan yang lain. Adapun sudut “al-Ghothoh”, justru dipenuhi oleh para Mujahidin. Dari Abu Darda, Rosulullah ﷺ bersabda:
“قال اءن فسطا ط المسلمي يو م الملحمة با لغو طة اءلى جا نب مدينة يقال لها دمشق من خير مداءن الشام ”,
“kola inna fustotho al muslimina yauma al malhamahti bil ghuthowti ila janibi madiynati yaqulu laha Dimasyqu min khoyri mada’ina as Syams”

“Sesungguhnya tempat kaum muslimin pada hari terjadinya perang besar adalah di “al Ghuthoh”, dekat Kota Dimasyq yang merupakan kota terbaik di Syams” (HR. Abu Daud dalam Kitab al Malahim no 3746, Imam Ahmad dalam Fadhailusy as Syams wa Dimasyqa no 15, dishahihkan oleh Albani dalam shahih Jami Ash-Shaghir no 2112)

Adapun penduduk al Ghuthoh, merupakan penduduk terbaik diera ini (akhir jaman), dan mereka mengalahkan kualitas keimanan penduduk Madinah dan Mekkah, dikarenakan pada konteksnya mereka (penduduk al-Ghuthoh) selain memiliki keimanan yang bersih, namun juga mereka ditakdirkan akan menghadapi “ar-Ruum”, Yahudi dan juga ad Dajjal. Rosulullah ﷺ bersabda:
“من خيا ر اءهل الارض يو مءذ”, “min khiyari ahli al ardi yaumaizi” (HR. Muslim dalam al Fitan wa Asyrat al-Sa’ah no 2897)

Dengan demikian, bumi Allah Damaskus sepenuhnya bersih dari Qaum Musyrik Najis hingga yang tersisa Qaum Muslimin di “al-Ghouthoh”, dan sisi lain Kota Damaskus diisi oleh Qaum Muslimin yang akan keluar bersama “as-Sufyani”.

Secara umum atas berkumpulnya semua Qaum Muslimin di bumi “as-Syams” baik di Kota Damaskus dan “distrik al Ghuthoh”, semua mereka akan dirahmati oleh Allah, sebagaimana Rosulullah ﷺ bersabda:
“طوبى الشام, طوبى الشامو طوبى الشام, قالوا يا رسول الله وبم ذاك؟ قال تلك ملاءكة الله با سطو اءجنتها عاللى الشام ”, “tuwba li syamsi 3x”, kola rosulallahi wabima zaka?, qoola tilka malaikatullahi baasituw adjbihatihaa ala syamsmi”
Artinya:
“beruntunglah Syams (3x)…Rosulullah ﷺ menjawab: “sesungguhnya para malaikat Allah membentangkan sayap mereka bagi as Syams” (HR. At Tirmidzi no. 3954. Ahmad dalam al Musnadnya V/183, al Hakim dalam al Mustadrok II/229, Ath Thabrani dalam al-Kabir 49330, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, al-Haitsami dalam Al-Majma X/60)

Syaroh :

Pada fase berkumpulnya semua Qaum Muslimin di “as-Syams”, sebelum Futuhat Baitul Maqdis, al Malhamah al Kubro, maupun sebelum “as-Sufyani” keluar memerangi Iraq dan memerangi al Mahdi. Mereka semua (baik kubu “as-Sufyani” di Damaskus, dan kubu Sang Khalifah di “al-Ghuthoh”) dirahmati oleh Allah ar-Rahman, berdasarkan keumuman lafadz hadits Rosulullah ﷺ diatas. Inilah diantara nubuwwah tentang negeri Syams yang barokah!,,

Namun pasca, as-Sufyani dan pasukan pendukungnya keluar dari Damaskus menuju Iraq dan Hijaz, maka rahmat Allah yang menaugi mereka akan berganti menjadi Adzab Allah dikarenakan kezalimannya memerangi Negeri Hijaz!,, wallahuallam!,,

Adapun pada distrik “al-Ghuthoh” inilah berkumpul “ath Thoifah al Manshuroh” yakni sekelompok kecil Qaum Muslimin yang berperang diatas kebenaran dan meraih kemenangan atas semua orang-orang yang memerangi dan memusuhi mereka, sebagaimana Allah menolong mereka dan memberikan kemenangan atas mereka dalam Futuhat as-Syams dan al Malhamah al Kubro. Rosulullah ﷺ bersabda: “لاتزال طاءفة من اءمتي يقا تلو ن على الحق ظا هر ين على من ناو اءهم حتى يقا تل اخر هم المسيح الدجا ل”, “la tazalu thoifatu min ummatiy yaqotiluna ala al haqqin dzhohiriyna ala min nawaahum hatta yuqotila akhiruhum al masih ad dajjal”
(HR. Abu Daud, Kitab al-Jihad no 2125, Imam Ahmad dalam al Musnad no 19073, al Hakim dalam al-Mustadrok no 2531. Dishahihkan al Albani dalam Shahih Jami al Shaghir no. 7294)

طاءفة/ at Thoifah: “maknanya sekelompok umat Islam, bukan terdiri atas berbagai kelompok, sebagaimana barisan “as-Sufyani” terdiri atas berbagai kelompok dan golongan dengan berbagai macam corak manhaj dan tujuan”.

ظا هر ين على من ناو اءهم/ Dzhohirina ala min nawaahum: “maknanya kelompok umat Islam ini tidak penah kalah dan perjalanan jihad mereka dan selalu meraih kemenangan atas semua musuh-musuh mereka, sampai yang terakhir dari mereka akan memerangi Dajjal”

Hikmah mengapa kemah “as-Sufyani” ada di Damaskus dan “sang Khalifah” berkemah di “al-Ghothoh” hal ini menunjukan pada barisan “as-Sufyani” berisi manusia dengan kelompok-kelompok dengan berbagai kepentingan, sebagaimana yang dikabarkan dalam hadits yang yang bercerita tentang pembenaman pasukan “as-Sufyani” di daerah Dzul Hulaifah al Baida (HR. Imam Ahmad dari Hassan dari Ummu Salamah, Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Nafi bin Jubair dari Ummu Salamah).

Tentu saja hal ini mengandung artian barisan mereka (“as-Sufyani”) di Damaskus, sesungguhnya bukan “kemah keimanan” namun “kemunafikan” (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani dakam sisilah ash-Shahihah no 972)

Dari kondisi ini juga dapat diketahui antara “as-Sufyani” dan “Sang Khalifah” nampaknya sudah saling mengenal dikarenakan sama-sama “al-Quraisy”, namun tujuan dan niatlah yang memisahkan mereka kelak. Dari hadits dan atsar, tidak ada yang mengindikasikan bahwa “as-Sufyani” akan memerangi “Sang Khalifah” pasca fase konsolidasi muslimin di as-Syams!,, keduanya dapat menahan diri. “Sang Khalifah” lebih memilih ekspansi “Futuhat atas Baitul Maqdis, sementara “as-Sufyani” lebih memilih memerangi Raja Timur di Iraq dan ingin menguasai Hijaz!,, wallahuallam!,,

Penyebab Umum Perjanjian Damai :

Salah satu penyebab adanya perjanjian damai antara Bani Asfar (ar-Ruum) dengan Qaum Muslimin, diantaranya terjadi peperangan dan kekacauan yang tak terkendali di Iraq akibat manusia saling berebut “gundukan emas di aliran Sungai Furat”. Dengan demikian, “ar-Ruum” telah kehilangan kontrol atas kaki tangannya dari kalangan “Qaum Sahawat” dan “Qaum Atheis-Sekuler” yang selama ini menjadi garda depan dalam melawan para Mujahidin.

Atas kondisi inilah Bani Asfar (ar-Ruum) melakukan konsolidasi atas barisan Pasukan dan menunggu saat yang tepat untuk memerangi Qaum Muslimin. Mengenai Perjanjian damai antara Bani Asfar (“ar-Ruum”) dengan Qaum Muslimin dan para Mujahidin. Riwayat Auf bin Malik rodhiallahuanhu, Rosulullah ﷺ bersabda : “يكون بينكم و بين بني الاءصفر هدنة فيغدرون...”, “yakuwnu baynakum wa bayna Bani (y) al Asfar (i) hudnatun fayaghdiruwna”

Artinya: “antara kalian dan Bani Asfar (ar-Ruum), akan terjadi gencatan senjata…” (HR. Muslim, Imam Ahmad, Abdurrazaq dalam Mushannafnya)

Dalam lafadz lain “ستصا لحكم الروم صلحا امنا...”, “satusoolihakumu ar-Ruum (u) solhaan aminaan”, yakni: “ar-Ruum akan berdama dengan kalian” (HR Abu Daud, Ibnu Hibban dan yang lain)


Tujuan perjanjian, Memerangi Musuh Bersama

Tujuan perjanjian damai antara “as-Sufyani” dengan Bani Asfar (ar-Ruum) awalnya dalam rangka memerangi musuh bersama. Dari Dzu Mukhmir bin Akhi Najasyi rodhiallahuanhu, ia berkata dari Nabi ﷺ: “فتغزون و هم عدوا من ورا ءهم, فتسلمون و تغنمون” , “fataqhzuwna wa hum aduwaan min waroihim, fathusaliimuwna wa tuqhonimuwna”

Artinya: “…hingga kalian dan mereka (Bani Asfar/ar-Ruum) berperang melawan musuh bersama, menang dan mendapatkan harta rampasan perang” (HR. Abu Dawud dalam Kitabul Malahim no 3741-3742, Ibnu Majah dalam Kitabul al-Fitan no 4079, dishahihkan oleh al Hakim dan al Abani dalam Shahih Jami al-Shaghir no.3162, Miskatul Mashabih no 5428, Shahih Sunan Abu Daud no 2768)

Syaroh :

عدوا / aduwaan, artinya “memerangi dan mengalahkan musuh bersama”
فتسلمون /fathusaliimuwna, artinya “menundukan dan mengalahkan musuh bersama”
تغنمون / tuqhonimuwna”, artinya “mendapatkan ghonimah atau harta rampasan perang secara bersama”

Dari rangkaian hadits itu, perjanjian damai antara “as-Sufyani” dengan “Qaum ar-Ruum dari Bani Asfar”, secara eksplisit disebutkan Bani Asfar!,, Dengan demikian hal ini menandakan bahwa “ar-Ruum” disini adalah benar-benar murni Bangsa Romawi atau Bani Asfar atau “bule”, tanpa ada unsur dari luar. Walaullam!,,

Selain itu, kata-kata “aduwaan”, para ulama berselisih mengenai siapa musuh bersama yang akan diperangi oleh Koalisi ar-Ruum dan Qaum Muslimin tersebut. Nampaknya dari rangkaian kejadian saat ini, musuh bersama itu mengerucut kepada dua kelompok, yakni Salibis Amerika atau Rafidhah Majusi Persia (Iran)!,,

Namun yang paling kuat musuh bersama itu adalah “Persia-Iran”. alasanya adalah, Iran merupakan satu-satunya Negara Timur Tengah yang belum banyak berkurang kekuatan militernya karena selama ini mereka mengandalkan kaki tangan Qaum Rafidhah Majusi dalam menjalankan agenda politiknya. Dengan kekacauan di Iraq, Majusi Iran ingin menstabilkannya guna mendominasi kawasan Timur Tengah. Agar rencana Majusi Iran ini gagal, maka “ar-Ruum” kemudian mengandeng “as-Sufyani” agar mau menyerang Majusi Iran di Iraq.

Selain itu, Majusi Iram tidak memiliki dasar untuk menang jika berhadapan langsung dengan Qaum Muslimin, kecuali mereka hanya mengandalkan para kaki tangannya. Dari Ibnu Muhariz, ia berkata bahwa Rosulullah ﷺ bersabda : “شم فار س نطحة اءو نطحتان , شم لا فارس بعد ها اءبد”, “Tsumma Farisu nathatun auw naghatun, Tsumma la Farisa ba’da haa abadaan”

Artinya: “Persia (akan menyerang muslim) sekali atau dua kali, kemudian tidak ada Kerajaan Persia untuk selamanya,..” (Hadits Mursal dari al Harits Ibn Abu Usamah)

Dari hadits diatas, sudah dinubuwwahkan bahwa Persia Iran tidak akan pernah menang melawan Qaum Muslimin apalagi kaki tangannya Qaum Rafidhah Arab sudah kacau balau di Sungai Furat Iraq. Inilah kesempatan yang diambil oleh “as-Sufyani” guna menghancurkan Proxy Majusi Iran dengan dukungan dan restu “ar-Ruum”.

Hikmah 01 :
Penyerangan “as-Sufyani” atas Iraq yang mengakibatkan terbunuhnya Raja dari Timur (Iraq). Maka yang keluar berikutnya dari Iraq, bukan lagi kekuatan “Rafidhah Majusi”, namun kekuatan Dajjal bersama 70 ribu pengikutnya, yakni para ulama Yahudi Khurasan, yang diikuti sisa-sisa Yahudi yang lolos dari Futuhat Baitul Maqdis serta Qaum Rafidhah Majusi!,,

Hikmah 02 :
Penyerangan “as-Sufyani” atas Iraq, bahwa Koalisi Rafidhah Majusi itu bukan hanya terdiri atas Qaum Arab Rafidhah seperti Libanon, Syiria, Yaman dan Bahrain. Namun juga termasuk Qaum Bani Qais yakni Negara Qatar (pendukung Ikhwanul Muslimin dan Bahrain (Rafidhah Majusi Arab). Karena dua Negara teluk ini merupakan anak turunan dari Bani Qais Ailan. Serta Negara “Khawarij Ibadiyah Oman.Walauallam!,,

Hikmah 03 :

Murtadnya Bangsa Arab diakhir jaman sudah dikabarkan oleh Rosulullah melalui beberapa haditsnya. Secara realitas terkini Bangsa Arab telah memilih bergabung dengan koalisi Salibis diawal-awal kekacauan di Syams. Pada akhirnya sebagian besar dari mereka bergabung dengan Rafidhah Majusi hal itu merupakan suatu sunatullah. Inilah fitnah peperangan “istanzhafat asy-syai”, yakni ajakan para Thawaghit Arab kepada masyarakatnya mengikuti peperangan yang bukan berdasarkan kehendak syariat, namun berdasarkan hawa nafsu kepentingan duniawiyyah, kekuasaan dan menuruti ajakan syaithon (HR. Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Dahulu Kabilah Arab dido’akan dengan keberkahan oleh Rosulullah ﷺ sebagaimana doa beliau ﷺ “

Dan Rosulullah ﷺ bersaksi atas sikap kedemawanan, keutaumaan, keinginan yang tinggi dan tidak mengharapkan imbalan kecuali pahala dari Allah. Empat Kabilah utama di Hijaz dan Yaman disebutkan secara khusus oleh Rosul ﷺ, yakni “Quraisy, Anshar (Aus-Khazraj), Tsaqafi dan Dausi” sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam “Al Adabul a Mufrod 270/596 “واءيم الله لا اءقبل بعد عامي هذا من العرب هدية اءلا من قرسي, اءو اءنصاري, اءو ثقفي, اءو دوسي …, ”,
“wa aymullahi, laa aqbalu ba’da amiy haza minal al arobi haziyyatun ilaa min Quraisyin, auw anshoriyin, auw tsaqafiyin auw dausiyin”

Kepada Kabilah Daus yang tinggal di Yaman Selatan, yakni sukunya sahabat Ath-Thufail bin Amr Ad-Dausiy, Rosulullah ﷺ mendoakan kabilah ini secara khusus, “فقال: اللهم اهد دوسا, واءت بهم…”, “Allahumma ahdi Dausaa, wa’tibihim”, “ya Allah berilah petunjuk kepada Kabilah Daus dan bawakanlah mereka (kepada hidayah), Shahih Al Adabul al Mufrod (276/611).

Akan tetapi, secara khusus diakhir jaman, Rosulullah ﷺ menubuwwakan bahwa diakhir jamam Kabilah Daus yang dahulu tinggal di Arabia Selatan (Yaman saat ini) akan murtad dan kembali ke era jahiliyyah, sebagaimana sabdanya ﷺ: “tidak akan datang kiamat hingga (al-yaat jamak dari alyah) pinggul-pinggul kaum wanita Suku Daus bergoyang disekeliling “Dzul Khalashah” (HR. Bukhori wa Muslim)

Dan dari hadits mengenai “Kabilah Daus itu” pada kenyataannya memang Yaman itu telah kembali menjadi negeri Rafidhah Majusi setelah milisi al Houtshi yang didukung oleh Iran berhasil menguasai Yaman.

Hikmah 04 :

Setelah menghancurkan koalisi Rafidhah Arab-Majusi dan Khawarij, maka bala tentara “as-Sufyani dan Banu Kalb”, memiliki “al Ghonimah”, yakni harta rampasan Perang yang berlimpah, sebab Iran belum pernah mengunakan sumberdayanya secara penuh selama konflik Timur Tengah, kecuali diera Perang Iraq-Iran dahulu.

Atas peristiwa ini, maka Allah telah menakdirkan Kekayaan Persia akan menjadi al-Qonimah bagi al Mahdi kelak, sebagaimana sebelumnya Allah telah memberikan al-Qonimah ar-Ruum dan Yahudi Zionis dalam Futuhat al Aqso dan al Malhamah juga kepada al Mahdi.

Namun bedanya “al-Ghonimah” ar-Ruum dan Yahudi Zionis, akan menjadi harta Qaum Muslimin melalui peran “Sang Khalifah” sebelum dia wafat dan harta itu menjadi warisan bagi Qaum Muslimin diera al Mahdi.

“al-Ghonimah” dari Persia, terlebih dahulu melalui perantara “as-Sufyani dan Banu Kalb”, sebelum al-Mahdi atas ijin Allah mengalahkan mereka di padang pasir al-Baida.

Rosulullah ﷺ bersabda: “…ما زو ي لي منها و اء عطيت اكنزين الاحمر و الاءبيض …”, “…ma zauwiyaliy minha wa uk’tiytu al kanzayni al ahmaru wa alabyadhi”, Artinya: Aku dikarunia dua perbendaharaan (kekayaan) yaitu perbendaharaan merah (ar-Ruum) dan kekayaan putih (Persia).

Dengan demikian, jika “al-Ghonimah”, ini pada akhirnya akan sampai ke al-Mahdi, maka inilah yang dikatakan oleh Rosulullah benar-benar bumi telah ditundukan kepada umat beliau ﷺ :
“اءن ربي زوى لي الاءر ض فر اءيت مشا قها ومغا بها و اءن ملك اءمتي سيبلغ”, “ inni robbi wawaliy ardhi faroayitu masyariqoha wa maqhribiha wa inna mulku umattiy sayablughu”, Artinya: “Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untuku, maka aku melihat ujung timur dan barat bumi, dan sesungguhnya kekuasaan Umatku akan mencapai apa yang dilipat untukku…”
(HR. Abu Daud dalam Kitabul Fitan no 3710, At-Tirmidzi dalam Kitabul Fitan no 2145, Ibnu Majah Kitabul Fitan no 3942, Al Hakim dalam al Mustadrok no 8509. Dishahihkan oleh Syaikh al Abani dalam Shahih Jami al Shaghir no 1773)

Kemudian “al-Ghonimah” dari Majusi Persia tersebut, dibawa oleh “as-Sufyani” dalam peperangan menghadapi al-Mahdi pasca pasukan yang pertama ditengelamkan di al Baidha. Rosulullah bersabda mengenai harta Ghonimah Banu Kalb:


“as-Sufyani” dan Bani Asfar, Memerangi Rafidhah Majusi.

Hanya يزال قوم yakni: “as-Sufyani” yang akan berdamai dan melakukan gencatan senjata dengan “ar-Ruum”. Dan bukan يزال قوم , yakni “sang Khalifah” beserta para Mujahidin.

Pilihan “ar-Ruum” memang akan jatuh kepada Faksi “as-Sufyani” beserta pendukungnnya, dikarenakan secara emosional, “Bani Kalb” yang warga Syiria asli yang bukan “Kabilah Mu’dhar”, lebih dekat kepada kalangan “ar-Ruum” sejak era Romawi dahulu.

Selain itu sangat mungkin “ar-Ruum” mengajak “as-Sufyani”, berdamai sejenak dikarenakan pada barisan penduduknya selain mayoritas diisi oleh “Bani Kalb”. Dalam barisan itu juga terdapat banyak kelompok-kelompok jihad yang tidak jelas akidah dan manhajnya. Oleh sebab itu, wajar jika mereka bertindak kejam dan tidak mendapat pensucian dan nasrullah. Rosulullah ﷺ bersabda: “...ومصا درهم شتى..”, “wamasoodiruhum syataa” (HR. Ahmad dari Hasan dari Ummu Salamah, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Nafi bin Jubair dari Ummu Salamah)

Untuk itu, tujuan utama “ar-Ruum” adalah membujuk “as-Sufyani” agar keluar dari Damaskus untuk memerangi Persia di Iraq yang mulai mengkonsolidasi dan menstabilkan Iraq pasca kekacauan pada peristiwa Gundukan Emas Sungai Furat.

Tujuan terselubung dari perjanjian ini, “ar-Ruum” sebenarnya ingin menghabisi semua Qaum Muslimin, namun yang prioritas kepada Qaum Muslimin yang berlindung di “al Ghuthoh”, dengan terlebih dahulu “menetralisir” salah satu diantara dua kubu Qaum Muslimin.

Dalam penyerbuan ke Iraq ini, “ar-Ruum” sangat mengandalkan “as-Sufyani”, sedang focus utama mereka sebenarnya adalah memerangi “sang Khalifah” bersama Mujahidin melalui “front Dabiq”, dengan terlebih dahulu menjauhkan “as-Sufyani” dari Damaskus.

Dalam konteks memerangi Persia, hal itu terjadi ketika “as-Sufyani” mengirim pasukannya untuk menghancurkan bala tentara Rafidhah Majusi yang ketika itu pasca “Fitnah Sungai Furat” telah dipimpin seorang raja dari Timur yang memerintah Iraq. Rosulullah ﷺ bersabda:
“تغزون...شم فا رس فيفتحها االله”, “Targzhuna tsumma Farisi”, dan kalian akan memerangi Persia (HR. Muslim dalam Kita al-Fitan wa Asyrat al Sa’ah no 2898)

Setelah penghancuran Rafidhah Majusi di Iraq, maka sejak saat ini, tidak akan pernah lagi bangkit peradaban Qaum Persia itu selama-lamanya.

Wallahu’alam bishawab!.

Apabila ada kelalain maka kesempurnaan hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Demikian narasi ini disusun semoga Allah berkenan membimbingnya. Saya sampaikan, bahwa saya hanyalah manusia, dan apa yang saya susun sesungguhnya berdasarkan atas kesimpulan dan bukan sebuah keyakinan”. wa akhiiru qolam, alhamdulillaahi wal minah.

Disusun dari tanggal 21-24 Ramadhan 1438 Hijriyah. Semoga Allah Azza wa Jalla berkenan membimbing usaha ini, dan teriring do’a atas keberkahan sebagaimana Janji-Nya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini. Baaqiyah!

Wassallam!



  Kutukan Penista Agama dan Ulama
Posted by: Ahmad Akbar - Yesterday, 01:48 PM - Forum: Isi Kepala - No Replies

[Image: mubahalah.jpg]

Empat kematian para penista agama dan ulama ini sontak saja mengingatkan publik akan mubahalah Habib Rizieq. Mereka meyakini keempat orang tersebut menjadi korban mubahalah.

Berikut isi mubahalah Habib Rizieq.

“Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina.

Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat.” 

 
1. Kiky Wilisata

Mobil Honda Mobilio yang dikendarainya mengalami kecelakaan dengan masuk ke dalam Kali Sekretaris, Jakarta Barat, pada Kamis (15/6) dini hari.

Honda Mobilio berwarna silver dengan nomor polisi B 1339 UIG tersebut terjun bebas ke dalam kali.

“Pengemudi atas nama Kiky Wilisata (38) tutup usia di tempat, kejadian sekitar pukul 03.00 WIB,” ujar Dimas, petugas NTMC Polri ketika Kamis (15/6).

Kiki seorang Ahoker yang menghina ulama. Dia bahkan memelesetkan Takbir menjadi Take Beer.


2. Frans Thamura

Dia dikabarkan terserang stroke. Pembuluh darahnya pecah. Dia masuk rumah sakit sehari setelah dia membuat status di media sosial yang berisi doa agar Amien Rais stroke, ditangkap dan dibui karena diduga menerima uang korupsi Alkes Rp600 juta.

“Nah.. kapan di tangkap.. dosa buat buku ahok korupsi, satu negara.nunggu dikau stoke mokat atau bui,” tulis Frans pada Kamis, 1 Juni 2017.


Dua hari kemudian, seorang netizen mengabarkan bahwa Frans masuk rumah sakit. Netizen yang diduga keluarga Frans itu juga menungunggah foto Frans sedang menjalani perawatan medis.

“Pray for frans Thamura, director Meruvian. Koma sejak kemarin malam, saat sdg di operasi. Pecah pembuluh darah otak,” tulisnya.

Selasa, 20 Juni 2017, nyawa Frans tak tertolong lagi. Dia menghembuskan nafas terakhir dengan status penista ulama.

3. Arif Fadilah

Jum’at 9 Juni, pukul 05.04, Arif Fadilah menulis kata-kata penghinaan di media sosial kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Dan berselang 2 hari kemudian, dia dikabarkan meninggal dunia.

Kabar itu ditulis oleh seseorang yang mengaku keluarganya dalam akun facebook Arif Fadilah.

Innalilahi Wa Innalilahi .. Pemilik akun ini Arif fadilah minggu 11 juni 2017 telah meninggal dunia jam 15.00 sore. Kami segenap keluarga Arief Fadilah memohon doanya semoga almarhum diterima amal ibadahnya, dihapuskan segala dosa2nya, dan di lapangkan kuburnya. Amin

Dua hari sebelum kematiannya, Arif yang mengaku syiah, menulis penghinaan kepada Habib Rizieq dengan menyebutnya jurig. Arif meninggal diduga karena masuk angin.


4. Alexander Bernadus Pontoh

Pria berstatus Panglima Laskar manguni Indonesia (LMI), mati mengenaskan setelah menabrak tiang listrik.Diketahui Panglima Laskar Kristen ini merupakan tokoh yang getol membenci ulama dan salah satu memprovokasi untuk mengusir kedatangan Fahri Hamzah di Manado dan juga menghina ulama.

Kronologis kejadian, berawal dari pengendara Sepeda Motor Honda Beat DB 2124 Gh yang di kendarai oleh Fernando Siwu berboncengan dengan Alexander Bernadus Pontoh ( Panglima LMI Organisasi Sayap Bifi Merah Kota Tomohon) dengan kecepatan tinggi bergerak dari arah Kelurahan Matani dari arah Utara menuju Selatan.

Ketika tiba di tikungan Gereja GMIM Imanuel Walian, tiba tiba Sepeda Motor tersebut hilang keseimbangan dan akhirnya menabrak tiang listrik di sebelah kiri Jalan.


 


  Ahok Segera Dieksekusi
Posted by: Said al ghufron - Yesterday, 01:30 PM - Forum: Situasi Nasional - No Replies

[Image: 59116387d3e6b-ahok-tiba-di-rutan-cipinang_663_382.jpg]

Penista Agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) akan segera dieksekusi vonis ke lembaga pemasyarakatan paling lambat besok. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak menahu atas hal tersebut, termasuk soal lokasi lapas tempat Ahok dieksekusi.

Djarot juga mengaku tidak mengetahui bahwa kemungkinan besar Ahok nantinya akan dipindahkan ke LP Cipinang. Menurutnya, tidak ada yang bisa menjamin keamanan Ahok di sana lantaran kondisi LP Cipinang yang sudah over capacity alias over kapasitas.


"Jadi kalau di LP Cipinang situasinya di sana sudah over kapasitas, luar biasa, dan siapa yang bisa menjamin keamanannya di sana, kita nggak tahu ya di sana seperti apa," ujarnya.

Djarot pun menyayangkan apabila Ahok benar ditempatkan di LP Cipinang. Dia menyebut kondisi LP Cipinang sangat rawan sehingga lebih baik Ahok tetap berada di Mako Brimob

"Menurut saya sebaiknya di sana dulu (Mako Brimob) tapi terserah proses hukumlah, jaksa ya, Lapas ya," lanjutnya.

Djarot enggan menyebut lebih jauh soal kondisi LP Cipinang yang rawan ini. Namun ia memastikan lapas dalam kondisi over capacity.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad mengatakan saat ini tim JPU sedang mempersiapkan eksekusi Ahok. Jika keputusannya sudah ada, Ahok akan segera dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan.

"Paling lambat besok (Kamis eksekusinya). Makanya ini sedang dipelajari penetapan pengadilan. Lalu sedang dipersiapkan eksekusinya karena ini orangnya ada di Brimob," kata Noor, Rabu (21/6).

Tim JPU kasus penistaan agama sedang berkoordinasi dengan Jampidum Noor untuk mengeksekusi Ahok ke lembaga pemasyarakatan. Kemungkinan besar Ahok akan dipindahkan ke LP Cipinang.


  SURAT TERBUKA UNTUK ABU FATIAH ADNANI
Posted by: omar - Yesterday, 07:34 AM - Forum: Dari Hati Untuk Indonesia - No Replies

Surat ini ditujukan untuk Abu Fatiah Adnani, ataupun pakar akhir zaman yg lain yg secara langsung ataupun dgn sindiran mengkait²kan khilafah IS dgn Sufyani.

 
Sungguh telah jelas di mata kami, dan siapapun yg memiliki kejernihan hati dan kejujuran iman, bahwa mujahidin adalah orang² yg terdepan dalam membela Islam dan kaum muslimin. Dan kini pun semakin benderang Allah tampakkan kdp kami, mana Mujahidin sejati dan mana yg abal².
 
1. Bukanlah fakta yg tersembunyi bahwa mujahidin IS adalah kelompok terdepan dalam membela kaum muslimin dan syariat Islam, mrk telah persembahkan darah putra² terbaiknya demi tegaknya supremasi Tauhid di muka bumi setelah sekian lama dilalaikan oleh umat Islam. Dimana posisi antum Abu Fatiah Adnani, apakah antum pendukung Mujahidin abal² Nasionalis yg TDK mewajibkan muslim negri lain utk ikut berjihad shg antum masih bisa dgn nyaman jualan buku di negri antum??
 
2. IS lahir dari perlawanan kaum muslimin di Iraq, yg ketika kita di sini msh hidup nyaman dalam naungan pemerintahan Thagut, mrk, ahlusunnah disana, ditindas, dibantai, wanitanya diperkosa, dan anak²nya dibakar hidup² oleh Amerika dan anjing²nya (syiah najis laknatullah 'alayhim), lalu, kaum mujahidin ahlusunnah Irak yg minoritas pun bersatu dan menjadikan persatuan itu sbg wasilah utk mengharap pertolongan dari Allah, maka Allah karuniakan tamkin atas mereka hingga tegaknya Daulah Islam Iraq! Sementara, antum Abu Fatiah Adnani, apa yg antum lakukan saat itu? Meneliti Sai Baba utk dijadikan best seller??
 
3. Dari sekian hadits² yg mengabarkan ashabu rayati suud, sufyani, almahdi, kiprah IS di zaman ini lebih mendekati kelompok yg mana? Siapa Thaifah mansyurah yg akan selalu ada di tiap zaman? Apakah alqaedog yg kini makin tak jelas manhajnya? Apakah Thaliban yg makin nasionalistik? Apakah Hamas yg rajin propaganda tapi miskin amaliyah? Apakah sahawat Syam yg bermacam² faksi dan bendera warna-warni? Abu Fathiah Adnani, antum pakar akhir zaman tolong jawab dgn jujur, siapa dari sekian kelompok yg mengaku mujahidin ini yg lebih mensifati Thaifah Mansyurah???
 
3. Sebagai pendakwah dan penulis buku akhir zaman, apakah materi dakwah dan tulisan hanyalah sekedar objek untuk mencari nafkah dan menghidupi 10 anak? Jika Abu Fathiah dan penulis/dai akhir zaman lainnya jujur dgn dakwah dan tulisannya, mestinya mrk adalah orang yg terdepan berangkat ke Syam untuk meneliti, tidak mengambil qiila wa qoola yg mereka sendiri paling faham bhw di zaman fitnah ini hal itu tdk bisa dijadikan rujukan!
 
4. Setiap pakar akhir zaman yg kami temui, mrk menyadari bahwa Demokrasi adalah sistem Dajjal, dan mereka juga meyakini kemusyrikannya. Wahai Abu Fathiah Adnani, lantas dimana baroah antum terhadap demokrasi? Sementara IS yg antum sindir² adalah yg terdepan dalam memerangi peradaban demokrasi, antum masih saja sembunyi di ketiak demokrasi! Dimanakah rasa malu??
 
5. Seorang penulis buku yg profesional, siapapun itu harus bisa mempertanggungjawabkan opini dlm tulisannya, seorang da'i yg beropini ttg sesuatu persoalan dien, dia juga hrs mampu menjelaskan landasan opininya, sehingga ketika manusia bertanya, dia mampu menjelaskan, dan dia hrs pula menerima jika ada pendapat yg lebih benar. Lalu apa yg terjadi dgn antum wahai Abu Fatiah Adnani? Kami sodorkan pertanyaan ilmiah, dgn ringannya antum menjawab "males nanggepin isiser", laa hawlaa walaa quwwata illaa billah...   Tidakkah antum sadari, banyak isiser yg menjadi terbuka pikirannya setelah membaca buku² antum? Dan kami isiser benar² ingin lepas dari jerat² sistem Dajjal sbgm antum peringatkan dalam tulisan antum! Tapi dalam realitanya, antum tdk baro dgn sistem dajjal, dan justru baro dgn  kelompok yg memusuhi sistem Dajjal!! Ada Aqua??
 
Masih banyak poin² yg lain, tapi saat ini cukup sekian dulu. Kami sbg konsumen yg telah membeli buku² antum berhak menanyakan hal ini, dan jika antum tdk menjawab, maka jelas bahwa "akhir zaman" hanyalah obyek bisnis antum semata!!!


  KHILAFAH FOSIL MASA LALU ?
Posted by: mbeki - Yesterday, 06:36 AM - Forum: Amaliyah - No Replies

Assalamualaikum...

Orang-orang islam ntuh hebat-hebat ya, saking tinggi ilmunya, saking pinternya, saking bertambah dia hidup moderen, kok semakin tambah culungnya ya.
 
Khilafah itu masa lalu, betul?
Al Quran juga masa lalu, betul?
Sholat itu masa lalu, betul?
Kitab sirah juga masa lalu, betul?
Madzhab-madzhab itu masa lalu, betul?
Hadist bukhari-muslim masa lalu, betul?
Sunnah nabi juga masa lalu, betul?
 
Jadi kamu-kamu menolak khilafah, karna dia masa lalu? Sudah jadi fosil gitu? Kenapa kamu-kamu itu ndak buang semuanya sekalian Syariat islammu itu?
 
Kau kira hukum syara dan dalil-dalil syara itu fosil? Kamu-kamu ndak murtad sekalian gitu? Ndak usahlah ngaku-ngaku " Aku agamanya islam, Islam KTP pulak " ndak usah repot-repot pengakuannya gitu kok, Agama islamkan sejarah masa lalu kok, munculnya ntuh 1300 tahun silam, udah jadi fosil, ngak cocok dengan kehidupan moderen ala demokrasi. Pindah agama lain ajah, Syariat Agama yang cocok dan yang sesuai akal dan nafsumu. Gimana, Clear!!?
 
Baru jadi ulama, ustadz, saja udah main fatwa-fatwa nyeleneh. Mentang-mentang tinggal di bumi Allah, trus itu makenya system kuffur demokrasi, lantas dengan seenaknya kamu itu menjustice khilafah sejarah masa lalu. Hebat!
 
Kamu-kamu bermadzhab bukan? Madzhabmu apa? Pake madzhab mana?  Imam syafi'i, hambali, hanafi, maliki?
 
Kenapa pula kamu enggan menerima ijtihad nya Empat Imam madzhab yang mewajibkan khilafah? Apakah karna madzhab-madzhab itu lahir dari sejarah masa lalu? Udah jadi fosil gitu? Mikir dong say, kamu itu make nya sholat hasil ijtihad mereka bukan? Ndak malu mengamalkan hasil ijtihad mereka yang sudah usang itu?
 
O, saya kok lupa, bahwa kamu itu manusia yang hidup di negri indonesah, manusia yang sudah ber evolusi jadi manusia moderen, manusia modoren itu cocoknya pake system moderen, yaitu demokrasi.
 
Maaf ya.. maaf!
 
Saya benar-benar lupa kalau kamu itu hidup di negri indonesah yang make systemnya demokrasi. Maaf ya, jangan tersungging.
 
Boleh saya bertanya? Kamu-kamu cerdaskan? Kamu anggap dirimu pintarkan? Baiklah, kita belajar sejarah ya, sapa tau dapat mengingatkan kembali dirimu yang sedang khilaf.
 
Kamu taukan sejarah demokrasi? Bukankah sejarah demokrasi lebih tua dari sejarah khilafah? Sebelum Agama islam ada, demokrasi itu udah ada saat zaman dewa-dewa di yunani sana. Artinya, bukankah demokrasi itu juga Fosil? Bukankah demokrasi bagian dari sejarah masa lalu yang penuh kehinaan? Lalu kenapa kamu-kamu mengamalkannya? Curang kamu cing!
 
Baiklah, mungkin kamu-kamu kurang puas dan protes sama saya. Lalu kamu bilang " khilafah itu bertentangan prinsip demokrasi di negri ini..?
 
O begitu, memang kenapa? Kok tiba-tiba kamu jadi munafik?
 
Sini saya ajarin, kalau saya bertanya kepada anda. Memotong tangan pencuri itu bertentangan prinsip konstitusi atau ndak? Pastinya bertentangan dengan HAM kan?
 
Tapi ndak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnahkan? Bahkan dalam Al-Quran Allah memerintahkan untuk menghukum pencuri, baik laki-laki maupun perempuan dengan potong tangan. Itu kan wajib, iya kan ?
 
Begitupun dengan hukum bagi pezina dan pelacur. Di cambuk dan di razam. Pastinya melanggar konstitusi bukan? Namun ndak bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah kan?
 
Dan pastinya syariah islam keseluruhannya termaksud di dalamnya kewajiban khilafah. Juga bertentangan dengan konstitusikan? Iya kan? Lantas kalau syariah-syariah islam dan kewajiban-kewajiban syar'i bertentangan dengan konstitusi trus kamu mau murtad gitu? Igh..! Kamu sungguh munafik!
 
Sudahlah! Ndak peduli kamu mau ngomong apa dengan segala nafsumu. Apakah Khilafah itu bertentangan dengan Nenek moyangmu, bertentangan dengan Konstitusi, NKRI Harga mati atau pancasila harga modar atau bahkan bertentangan dengan seluruh manusia, jin, binatang, dan selingkuhanmu. Bodo amat!
 
Sing penting ndak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah, Ijma sahabat dan pendapat imam madzhab, tetap harus dijalankan karena itu perintah Allah dan RasulNYA sampai kamu-kamu mati bahkan sampai kiamat sekalipun.
 
Allah mewajibkan manusia agar supaya masuk islam secara kaffah, itu artinya syariat islam wajib ditegakkan. Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada setiap muslim untuk berbaiat kepada Khalifah. Artinya Khalifah harus ada.
 
" Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di pundaknya ( Khalifah ) maka ia mati dengan cara mati jahiliyah.” (HR. Muslim no. 1851)
 
Hmm.. Tapi, kok ada yang aneh disini? Kamu bilang, ambil baiknya, buang buruknya. Begitukan?
 
Kita bertanya sama-sama, menurut anda, apakah syariah wajibnya khilafah itu sesuatu perkara yang buruk sehingga di buang?
 
Rupayanya ada yang ingin menjadi Tuhan ya? Baiklah, sebelum kamu-kamu buang kewajiban khilafah. Monggo tenggok sejenak perkataan ulama dibawah ini, siapa tau niat rusak yang terpendam dalam hatimu dapat di sembuhkan kembali.
 
Al Allamah asy-Syaikh Thahir bin Asyur mengatakan dalam Ushul an-Nidzam al-Ijtima’iy fi al-Islam bahwa :
 
“Menegakkan pemerintahan yang sifatnya umum dan khusus bagi kaum Muslim merupakan perkara pokok (ushul) di antara pokok-pokok syariah Islam. Dan hal itu ditetapkan melalui banyak dalil baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah hingga mencapai katagori mutawatir maknawi. Sehingga inilah yang mendorong para sahabat setelah wafatnya Nabi Saw segera mengadakan pertemuan dan perundingan untuk mengangkat pengganti Rasulullah SAW dalam mengurusi urusan umat Islam. Di mana kaum Muhajirin dan Anshar telah berijma’ saat di Syaqifah untuk mengangkat Abu Bakar ash-Shiddiq menggantikan Rasulullah SAW untuk memimpin kaum Muslim. Dan setelah itu, kaum Muslim tidak ada perbedaan pendapat tentang wajibnya mengangkat khalifah, kecuali orang-orang aneh dan nyeleneh yang tidak perlu dihiraukan dari beberapa orang Khawarij dan Mu’tazilah yang menolak adanya ijma, mengingat mereka itu buta dan tuli..."
 
Gimana cing? Apa hatimu saat ini dag, dig, dug setelah membacanya?
 
Dan bagaimana dengan system di negrimu? Apakah system di negrimu mrmbawa keberkahan dan kemulian untuk bangsa ini? Saya katakan " Tidak "
 
Sebab system di negrimu ini melahirkan orang-orang seperti anda yang ingkar terhadap dalil syara wajibnya khilafah. Bahkan system di negri ini menolak berhukum pada syariah islam. Jelas bangeet keburukannya bukan? Lalu Kenapa anda tidak membuangnya?
 
Bagaimana logikanya anda ingin meraih ridho Allah swt dalam system demokrasi yang sejatinya tidak meridhoi syariah islam tegak? Hellow! Anda masih waras kan?
 
Hukum dan konstitusi warisan belanda kau gunakan untuk taqarub ke pada Allah? Masuk akalnya dimana tuh beb? Bagaimana mungkin anda bisa mendapat ridhonya Allah sementara cara anda pakenya dengan cara kuffur!?
 
System di negrimu jelas-jelas menimbulkan fasad. Pelacuran dimana-mana, kriminal dimana-mana, korupsi dimana-mana, riba, judi, pabrik miras, lintah darah, penguasanya dzalim, pergaulan dan seks bebas, buka aurat, aborsi, sumber Alam di jual, ahlaq bejat, ulamanya kampret demi uang, pengajian di larang, anti simbol islam, anti syariah islam, dakwah di halang-halangi dsb..
 
System kayak gini bisa mendapat ridho dari Allah? System kayak gini mau di pakai? Justru seperti ini harusnya wajib di buang, karna dia buruk, buruknya bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah.
 
Jelas-jelas system khilafah syariah islam. Kok berani-beraninya di bilang fosil. Ngaji yuuk..!


  Saya Ingin Membunuh Semua Muslim
Posted by: Ahmad Akbar - 06-20-2017, 02:06 PM - Forum: Baca Koran Pake Perasaan - No Replies

[Image: penyerang-jemaah-tarawih-di-london-saya-...im-9YJ.jpg]

Teroris yang melakukan penabrakan sejumlah jemaah salat Tarawih di Masjid Finsbury Park. Hingga kini identitas pria tersebut belum diumumkan. Polisi setempat menyatakan, bahwa pria itu berusia 48 tahun. Dia merupakan sopir mobil van yang menabrak para jemaah usai melaksanakan salat Tarawih.

Sedikitnya 10 orang terluka dan 1 orang tewas dalam kejadian dini hari waktu setempat. Beberapa saksi percaya bahwa pelaku lebih dari satu orang. Namun informasi itu telah ditepis oleh kepolisian London yang menegaskan tidak ada pelaku lain yang diidentifikasi di lokasi.

Salah seorang saksi mata bernama Khalid Amin menyatakan bahwa sopir van itu sempat 'diamankan' oleh warga agar tak melarikan diri, sebelum polisi datang.

"Dia kemudian berteriak, 'Saya ingin membunuh semua Muslim'," kata Khalid.

Setelah polisi datang, sopir yang belum diketahui namanya tersebut langsung dibawa ke rumah sakit. Namun orang itu akan langsung ditahan setelah keluar dari RS.


  Seluruh Korban Teroris London Muslim
Posted by: Said al ghufron - 06-20-2017, 01:58 PM - Forum: Isi Kepala - No Replies

[Image: img_660_442_kecam-sera_1490590489ON_2.jpg]

Satu orang meninggal dan melukai 10 orang lainnya. Kepolisian London memastikan seluruh korban merupakan warga muslim. "Seluruh korban berasal dari komunitas muslim," terang Wakil Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan London, Neil Basu, dalam pernyataan terbarunya, seperti disampaikan via situs resmi met.police.uk, Senin (19/6/2017).

"Saya ingin memuji para personel kepolisian yang segera memberikan bantuan di lokasi kejadian, juga kepada anggota masyarakat yang membantu sebelum maupun setelah insiden terjadi," imbuh Basu yang menjabat sebagai Koordinasi Seinor Nasional untuk Pemberantasan Terorisme.
 
Dalam insiden yang terjadi pada Senin (19/6) dini hari ini, seorang pria mengemudikan sebuah van putih dan menabrakkannya ke pejalan kaki yang ada di luar Masjid Finsbury Park. Dewan Muslim Inggris (MCB) menyebut mobil itu sengaja menabrak jemaah yang baru menunaikan salat Tarawih.

Pria yang mengemudikan van itu, diidentifikasi berusia 48 tahun, telah ditangkap polisi. Pria itu terlebih dahulu 'diamankan' oleh warga setempat, sebelum polisi tiba dan membawanya.

"Dia (pelaku) ditangkap polisi atas kecurigaan percobaan pembunuhan. Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang yang membantu polisi menahan pria itu dan bekerja sama dengan polisi secara tenang dan cepat untuk mengamankannya," terang Basu dalam pernyataannya.
Motif aksi penabrakan ini belum diketahui pasti. Namun salah satu saksi mata di lokasi menyebut pelaku sempat berteriak 'Saya ingin membunuh semua muslim'. "Tidak peduli apa motifnya, dan kita tetap terbuka, insiden ini ditangani sebagai seranga teroris dan Komando Pemberantasan Terorisme sedang menyelidikinya," jelas Basu.

"Ini merupakan serangan  teroris terhadap Muslim di London .



  Theme © 2015